BACAMALANG.COM – Pandemi Covid-19 membuat semua sektor terdampak, termasuk di bidang kesehatan, yakni imunisasi anak.
“Cakupannya menurun drastis, hingga mencapai lebih dari 60 persen,” ungkap dr Ariani M.Kes Sp.A (K) dari Ikatan Dokter Anak Indonesia saat Pencanangan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) dan Kegiatan Sosialisasi Advokasi Pelaksanaan Program Imunisasi di Hotel Santika Premiere Malang, Kamis (28/7/2022).
Dokter Ariani menambahkan, dalam upaya mengejar ketinggalan cakupan imunisasi tersebut pemerintah menggelar Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN).
“Anak usia 0-59 bulan diberi pentabio (imunisasi untuk difteri, pertusis dan tetanus (DPT)), polio dan imunisasi tambahan berupa MR atau Campak Rubella tanpa melihat status imunisasinya, apakah sudah pernah mendapat atau belum, semuanya diberikan,” terangnya.
Selain itu, imbuhnya, BIAN sangat penting karena selain kelompok rentan yang semakin banyak, sementara cakupan imunisasi masih rendah, ada pula penularan aktif di masyarakat yang belum terindentifikasi, serta respon terhadap KLB atau Kejadian Luar Biasa yang belum optimal.
Dokter Ariani menjelaskan, dari pemeriksaan terhadap anak-anak selama ini, masih paling banyak ditemui Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), diare, serta penemonia.
Oleh karena itu dr Ariani menekankan penting dan efektifitas imunisasi, karena akan membentuk kekebalan tubuh bagi anak-anak, sehingga apabila terinfeksi penyakit-penyakit tersebut di atas, setidaknya masih dapat bertahan, tidak sampai terlalu parah.
Senada dengan pernyataan Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr. Husnul Muarif, ia juga menegaskan pentingnya imunisasi sebagai pencegahan anak-anak dari penyakit rubella.
“Penularannya lewat virus di udara (airborne), yang perlu diperhatikan, gejalanya pada ibu hamil adalah demam ringan atau ruam-ruam biasa seperti gatal atau bahkan tanpa gejala sama sekali,” tandasnya.
Salah seorang perwakilan imunisasi Ny. Laily dari Tasikmadu mengaku, dirinya selalu memeriksakan kondisi bayi dan dirinya dan di Posyandu Balita setempat serta rutin mengikuti imunisasi sesuai jadwal.
“Alhamdulillah, sejak lahir hingga anak saya saat ini sudah hampir berusia 4 tahun tidak pernah menderita sakit serius,” tutupnya. (ned)





















































