BACAMALANG.COM – Ada yang istimewa dalam peringatan HUT ke-77 RI di tahun 2022 ini. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) menggelar upacara pengibaran bendera merah putih di Kawasan Laut Pasir Bromo, Rabu (17/8/2022).
Upacara ini diikuti sedikitnya 350 orang yang terdiri dari petugas TNBTS, perwakilan muspika setempat, TNI Polri , Masyarakat Mitra Polhut, Masyarakat Peduli Api, Perwakilan Paguyuban Kuda, PKL, Ojek, dan Jeep, komunitas bikers nasional, komunitas anak bangsa dan para pengunjung.
Hendro, Kepala Balai Besar TNBTS menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat adat Suku Tengger di lereng Gunung Bromo yang selama ini berperan aktif menjaga konservasi
lingkungan di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
“Masyarakat adat adalah elemen penting dalam pelestarian lingkungan, sehingga saya
meminta peran masyarakat adat untuk menjaga dan melestarikan lingkungannya masingmasing,” ujar Hendro.
Perayaan kemerdekaan tahun 2022 ini dimeriahkan dengan sejumlah agenda seperti pemasangan 77 bendera merah putih di Laut Pasir Bromo, pembentangan bendera merah putih sepanjang 2022 meter dan juga bentang bendera merah putih 10×22 meter oleh Kodim Probolinggo, lomba pacuan kuda, lomba balap karung, dan lomba tarik tambang, serta aksi bersih kawasan Gunung Bromo dan sekitarnya.
Hendro menambahkan selain di Laut Pasir Bromo, upacara Hari Kemerdekaan RI juga dilaksanakan di Kantor Balai Besar TNBTS di Malang dan Ranu Darungan Lumajang, tetap memperhatikan protokol kesehatan.
“Kami mengusung tema ‘Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat’, karena sesuai dengan kondisi yang sedang dihadapi masyarakat Indonesia dan dunia pasca dilanda pandemi Covid-19,” ungkapnya.
Ia juga menyatakan, tema tersebut berhubungan dengan tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia dan berbagai bangsa di dunia, berupa tantangan global.
“Kita harus bahu membahu untuk mempercepat pemulihan kondisi di semua sektor, sekaligus bangkit guna menghadapai berbagai tantangan yang cukup kompleks,” kata Hendro.
Momentum ini, imbuhnya, juga sangat penting, karena berkaitan dengan Indonesia memimpin Forum G-20.
“Pada akhir tahun ini Indonesia akan memimpin ASEAN, yang artinya kita berada dalam kancah dan tantangan global, sehingga kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk dapat bersama bahu membahu memberikan kontribusi pemikiran ataupun kegiatan nyata di lapangan dalam upaya mencapai tujuan-tujuan dalam pemulihan lingkungan dengan segala tantangan yang ada,” tandasnya. (ned/lis)























































