BACAMALANG.COM — Dunia tinju Kota Malang kembali mendapat angin segar. Tokoh tinju nasional asal Malang, Ir. H. Ade Herawanto, MT, atau yang akrab disapa Sam Ade d’Kross, menyatakan siap kembali aktif dan menghidupkan geliat tinju profesional di Kota Malang.
Momentum tersebut bertepatan dengan berakhirnya Musyawarah Kota (Muskot) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Malang yang digelar di Aula KONI Kota Malang, Sabtu (15/8/2026).
Sam Ade d’Kross yang selama ini dikenal sebagai tokoh pemuda, pembina Pertina Jatim sekaligus Ketua Komisi Tinju Profesional Indonesia (KTPI) Malang Raya, bahkan telah menyiapkan langkah konkret. Salah satunya dengan kembali menggelar Malang Super Fight (MSF) pada Oktober mendatang.
Bagi pencinta tinju Malang Raya, MSF bukan sekadar pertandingan. Ajang ini memiliki sejarah panjang dalam menghidupkan atmosfer tinju profesional sekaligus menempatkan Kota Malang sebagai salah satu barometer olahraga tinju nasional.
Sejumlah edisi MSF sebelumnya bahkan menghadirkan pertarungan bertaraf internasional dan perebutan sabuk bergengsi. Salah satunya mempertemukan petinju Indonesia Tibo Monabesa dengan Witawas Basapean dari Thailand dalam perebutan sabuk WBC Internasional. Petinju Indonesia lainnya, Defry Palulu, juga pernah berhadapan dengan petinju asal Filipina dalam ajang tersebut.
MSF juga dikenal memiliki konsep penyelenggaraan yang dekat dengan masyarakat. Pertandingan pernah digelar di ruang publik seperti Jalan Ijen, kawasan Simpang Balapan hingga halaman Balai Kota Malang. Gelarannya pun kerap menjadi bagian dari peringatan sejumlah momentum, mulai HUT Kota Malang hingga kegiatan institusi TNI.
Tidak hanya menghadirkan pertarungan, MSF juga memiliki tradisi perebutan sabuk juara bergengsi, seperti Sabuk Emas Wali Kota Malang, Sabuk Emas Panglima Divisi 2 Kostrad hingga Sabuk Emas Dan Yon Bek Ang Divif 2 Kostrad.
Konsep MSF pun tidak sebatas tinju. Sejumlah pertunjukan bela diri seperti kick boxing dan pencak silat, termasuk PSHT dan Merpati Putih, pernah menjadi bagian dari kemeriahan ajang tersebut.
Kembalinya MSF diharapkan tidak hanya menjadi panggung bagi petinju profesional. Lebih jauh, ajang ini diharapkan menjadi jembatan bagi para petinju amatir di berbagai sasana Kota Malang untuk meningkatkan kemampuan dan berani melangkah ke level profesional.
Anas Muttaqien Pimpin Pertina Kota Malang
Sementara itu, Muhammad Anas Muttaqien terpilih sebagai Ketua Pertina Kota Malang melalui Muskot yang berlangsung Sabtu (15/8/2026).
Anas yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi C DPRD Kota Malang tersebut memperoleh lima suara, mengungguli Yesta yang mendapatkan empat suara.
Total terdapat sembilan suara dalam Muskot, terdiri atas delapan suara sasana dan satu suara wasit. Dari 13 sasana yang memiliki hak suara dan diundang panitia, sebanyak delapan sasana hadir. Muskot kemudian dinyatakan memenuhi kuorum karena jumlah peserta pemilik suara yang hadir telah memenuhi ketentuan.
Persidangan Muskot dipimpin Sunarko, wasit internasional yang mewakili Pertina Jatim, didampingi Hakim sebagai sekretaris sidang serta Eka Nurcahyo sebagai anggota dari sasana. Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan KONI Kota Malang dan berlangsung lancar.
Usai terpilih, Anas menegaskan komitmennya untuk membawa prestasi tinju Kota Malang ke level yang lebih tinggi, baik di tingkat Jawa Timur, nasional maupun internasional.
Penguatan organisasi juga menjadi salah satu agenda utama, termasuk melakukan pendataan ulang terhadap sasana-sasana tinju yang berada di Kota Malang.
Menghadapi sejumlah agenda besar seperti Porprov X Jatim di Surabaya dan Popda Jatim, Anas berharap atlet tinju Kota Malang mampu mencatatkan prestasi lebih baik. Terlebih, cabang olahraga tinju untuk pertama kalinya akan dipertandingkan dalam Popda.
“Kami mohon dukungan dari para senior, insan tinju dan masyarakat, untuk membawa Kota Malang kembali menjadi barometer tinju di Indonesia,” ujar Anas.
Usai Muskot Pertina, para pengelola sasana juga menunjuk Ade Herawanto untuk kembali menghidupkan organisasi tinju profesional di Kota Malang dengan menempatkannya sebagai Ketua Komisi Tinju Indonesia (KTI) Kota Malang yang sebelumnya cukup lama vakum.
Dengan kepemimpinan baru di Pertina dan kembalinya Sam Ade d’Kross melalui MSF, geliat olahraga tinju Kota Malang kini memasuki babak baru. Harapannya, pembinaan dari level amatir hingga profesional dapat berjalan beriringan dan kembali membawa nama Malang ke panggung tinju nasional.
Pewarta/Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































