BACAMALANG.COM – Ambil bagian dalam Indonesia Agro Expo atau InAgro Expo 2022 yang digelar oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur sejak hari Kamis (11/8/2022)-Minggu (14/8/2022) lalu menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya (FKG UB). Dalam pameran berskala internasional ini, FKG UB menampilkan 2 kelompok dengan produk inovatifnya masing-masing.
Pembina Kewirausahaan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi UB drg Miftakhul Cahyati Sp.PM menuturkan, produk inovatif tersebut salah satunya berhubungan dengan kuliner sehat yang dapat dikonsumsi masyarakat.
“Kelompok pertama, yakni Sweetery Cookies dengan produksi Sweetery by Mima yakni soft-baked cookies sebagai camilan manis,” ungkapnya belum lama ini.
Miftakhul Cahyati menerangkan, cookies ini keunggulan, karena dibuat dengan bahan premium, bertekstur lembut di dalam dan krispi di luar, yang membuat cookies ini memiliki cita rasa khas dan cocok dikonsumsi semua kalangan.
Dari olahan kelompok yang terdiri dari Irma Istiqamah Muhiddin, Dian Cindy Rahmawati, Hanias Mulki Gemilang, Salma Zain Ma’ali, Sekar Citra Priana dan Tantia Novianty, cookie ini diklaim seht untuk dikonsumsi karena diinovasi dengan menggunakan pemanis alami yang lebih sehat, yaitu gula stevia.
“Selain itu, Sweetery Cookies sudah tersedia dalam berbagai varian rasa dan ukuran yang dapat langsung dikonsumsi atau dikemas dalam bentuk bingkisan,” tukas Wakil Dekan 3 di FKG UB ini.
Menurut dia, Sweetery Cookies dapat menjadi alternatif kudapan sehat untuk penderita diabetes, karena menggunakan gula diet alami dengan rasa yang tidak berubah seperti gula pada umumnya.
Kelompok kedua, yakni Helios dengan anggota Benecdictus Adilfin Setya Chrisnanda dan Yeremia Khrisna, menampilkan produk sebuah alat pelindung diri (APD) ramah lingkungan bernama Helios.
Dijelaskan Miftakhul Cahyati, baju hazmat (hazardous material) ini memiliki beberapa keunggulan.
“Pertama eco-friendly alias ramah lingkungan karena coverall medis berbahan dasar bioplastik dengan bahan dasarnya dari cassava sebagai pengganti polietilen. Bahan dasar serat selulosa tumbuhan cassava ini dapat terurai dalam waktu 12 hingga 16 minggu,” bebernya.
Keunggulan lainnya, imbuh dia, adalah menggunakan rompi pendingin dengan sistem phase change material. Bahan Pendingin PCM yang digunakan adalah Thermafreeze ice gel yang berukuran 15 cm x 6 cm. Hazmat ini juga dirancang dengan ukuran fit to all size dan berwarna terang, serta tahan terhadap Penetrasi Cairan dengan AATCC-TM 42 Water Resistance Impact Penetration Test, Uji Tekanan Hidrostatik AATCC 127, dan Uji Kekuatan Sobek kain Nirtenun ISO 9073-4.
“Satu lagi, karena tidak mengandung bahan kimia berbahaya seperti timbal dan kadmium, maka hazmat ini tidak mencemari tanah,” tegasnya.
Miftakhul Cahyati berharap ke produk-produk yang dikenalkan kali ini dapat diproduksi lebih luas, serta mampu menginspirasi mahasiswa untuk menghasilkan karya-karya inovatif lainnya. (ned)






















































