Potret Inspiratif Dian Anggraeni, "Dokter Sayur" yang Senang Berbagi dengan Sesama - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

RAGAM · 27 Des 2022 12:43 WIB ·

Potret Inspiratif Dian Anggraeni, “Dokter Sayur” yang Senang Berbagi dengan Sesama


 Potret Inspiratif Dian Anggraeni, “Dokter Sayur” yang Senang Berbagi dengan Sesama Perbesar

BACAMALANG.COM – Mewarisi jiwa welas asih dari kedua orangtuanya yang jadi perawat dan bidan, pemilik Klinik Dian Kusuma Wijaya, Sumberpucung Kabupaten Malang, dr. Dian Agung Anggraeni merasa senang bisa berbagi dengan sesama.

“Alhamdulillah saya merasa ada kepuasan batin dengan berbagi kepada sesama. Saya mewarisi spirit dari orangtua. Ayah seorang perawat dan ibu jadi bidan desa,” tegas dr Dian Agung Anggraeni, kepada BacaMalang.com, Selasa (27/12/2022).

Ia mempunyai program rutin, setiap Jumat membagikan nasi bungkus (nasi kotak) sebanyak 400 kotak untuk pos-pos yang sudah terjadwal, giat khitan gratis bagi yang kurang mampu, anak yatim/piatu/yatim piatu, atau yang memang ingin berniat khitan, serta kegiatan pemeriksaan gratis berkala ke daerah-daerah terjadwal.

Perempuan ramah alumnus Universitas Wijaya Kusuma Surabaya tahun 2006 ini menuturkan cita-cita yang belum kesampaian.

“Saya ingin membuat klinik rawat inap 24 jam. Dengan pelayanan sepenuh hati,” urai istri Nova Andiano dan ibu dari 5 anak ini.

Ia merespon pertanyaan apa ada niatan atau rencana membuat komunitas dokter berjiwa sosial untuk pengobatan gratis massal misalnya di Malang Raya atau bahkan Indonesia?

“Inginnya begitu. Semoga tahun depan bisa terlaksana. Minta doanya semoga bisa terwujudkan,” imbuhnya.

Ia kerap memberikan pelayanan kesehatan bagi warga kurang mampu dan rela hanya dibayar dengan sayuran dan hasil bumi lainnya.

Bahkan ia juga membagikan obat gratis bagi warga yang tidak mampu. Namun bagi warga yang mampu dr Dian tetap menarik biaya praktek maupun obat-obatan.

Tak hanya peduli dengan warga kurang mampu, ia juga menjadi sahabat bagi para penyandang disabilitas dan ODHA.

Satu hal yang membanggakan adalah
Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Malang Raya, Jawa Timur, pada hari kebebasan pers memberikan penghargaan kepada tokoh inspiratif dr Dian karena kiprahnya yang dianggap memberikan pengaruh positif bagi masyarakat sekitarnya..

Selain itu dr Dian juga pernah menjadi bintang tamu di program acara televisi stasiun televisi terkenal (Trans TV) dalam program Hitam Putih dengan host Deddy Corbuzier pada September 2019.

dr Dian rela dibayar dengan apapun yang dipunya masyarakat seperti telur, ikan, sayur-sayuran, ayam dan hasil bumi lainnya.

Ia juga aktif membentuk komunitas-komunitas sosial. Ia mulai membuka klinik di Desa Sumberpucung pada tahun 2008. Bukan hanya membebaskan pasiennya membayar dengan hasil bumi, ia juga tidak jarang menggratiskan biaya yang diberikannya kepada pasien.

Mau dibayar atau tidak, ia tetap memberikan pelayanan terbaiknya kepada seluruh pasien. Pasien yang datang pun tidak hanya dari warga satu desa tapi juga warga dari desa lain yang jaraknya lumayan jauh.

Pembayaran menggunakan hasil bumi ini terjadi tidak lepas dari apa yang sering dilakukan oleh kedua orang tuanya dulu. Ayah dan ibunya juga bergerak di bidang kesehatan.

Bapaknya adalah perawat sementara Ibunya adalah seorang bidan. Kedua orangtuanya juga sama yaitu ikhlas dibayar apapun dan bahkan menggratiskan pasien yang kurang mampu.

Hal ini dilakukan dikarenakan rasa kepeduliannya kepada masyarakat yang kurang mampu. Ia merasa terdorong untuk membantu warga di desanya. Tak hanya peduli dengan warga yang tidak mampu, beliau juga menjadi sahabat bagi para penyandang gangguan jiwa.

Ia aktif di organisasi sosial seperti di komunitas Orang Dengan HIV AIDS (ODHA), Komunitas Disable Motorcycle Indonesia (DMI), Buruh Migran Indonesia (BMI), Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu (Gerkatin) dan Komunitas Tuli Kabupaten Malang.

dr. Dian memiliki pedoman dalam hidupnya, “Tidak masalah meski rugi secara materi, tapi untung karena mendapatkan saudara baru”.

Ia mengungkapkan harapan ke depan.
“Harapan saya, kesehatan di Indonesia mudah diakses dimana saja dan kapan saja serta terjangkau,” pungkasnya. (had)

Artikel ini telah dibaca 148 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Kelompok Penyanyi Jalanan dari Berbagai Daerah Bersatu di Bulungan, Rayakan Ulang Tahun ke-44

3 Mei 2026 - 01:06 WIB

Malang Youth Day 2026: Pentas Seni Lintas Agama di HKY Kayutangan, Gaungkan Moderasi dan Peran Aktif Anak Muda

30 April 2026 - 11:10 WIB

Kompak dan Berdaya, Emak-Emak PKH Pakisaji Perkuat Kapasitas Lewat “Belajar Bareng, Seneng Bareng”

27 April 2026 - 17:42 WIB

“Kartini Aero Smash” Jadi Ajang Unjuk Gigi Atlet Perempuan Malang Raya

26 April 2026 - 21:51 WIB

SKARIGA Merjos Lari 112: 1.800 Siswa Gaungkan Gerakan Anti Plastik dan Semarakkan HUT Kota Malang

25 April 2026 - 21:11 WIB

Bersih Dukuh Karangkates 2026: Tradisi Leluhur yang Satukan Warga dan Lestarikan Budaya

24 April 2026 - 18:36 WIB

Trending di RAGAM

©Hak Cipta Dilindungi !