Ulas Arca Ganesa hingga Topeng Malangan, Borobudur Writers and Cultural Festival ke-12 Siap Dihelat di Universitas Negeri Malang - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 21 Nov 2023 21:09 WIB ·

Ulas Arca Ganesa hingga Topeng Malangan, Borobudur Writers and Cultural Festival ke-12 Siap Dihelat di Universitas Negeri Malang


 Penampilan Tari Topeng dari Sanggar Sailendra Desa Kranggan, Ngajum Kabupaten Malang saat konferensi pers Borobudur Writers and Cultural Festival Ke-12 di Malang, Selasa (21/11/2023). (Nedi Putra AW) Perbesar

Penampilan Tari Topeng dari Sanggar Sailendra Desa Kranggan, Ngajum Kabupaten Malang saat konferensi pers Borobudur Writers and Cultural Festival Ke-12 di Malang, Selasa (21/11/2023). (Nedi Putra AW)

BACAMALANG.COM – Bekerja sama dengan Universitas Negeri Malang (UM), Borobudur Writers and Cultural Festival (BWCF) segera menggelar perhelatan ke-12 pada tanggal 23 – 27 November 2023.

Mengusung tema: “Membaca Ulang Pemikiran Prof. Dr. Edi Sedyawati: Ganesa, Seni Pertunjukan, dan Repatriasi Benda-Benda Purbakala Indonesia”, BWCF tahun ini hadir dengan program-program yang terdiri dari rangkaian simposium, ceramah umum, workshop, dialog sastra, podium temu sastra, dialog Borobudur, pertunjukan musik, pertunjukan teater, pertunjukan tari, pemutaran film, pameran arsip, pameran wayang Ganesa, pameran manuskrip kuno, pameran kopi, meditasi, kopi dan literasi, bincang kopi malam, dan bazar buku.

BWCF 2023 yang akan dihelat pertama kalinya di Malang ini akan diselenggarakan di sejumlah titik di kampus UM, seperti di Outdoor Learning Space GKB A18, GKB A19, GKB A20, Fakultas Sastra, Perpustakaan Pusat, Fakultas Ilmu Sosial, dan Sasana Budaya. Juga, festival akan berlangsung di Gedung Heritage KPPN Kota Malang, dan area Kayutangan.

Founder BWCF Seno Joko Suyono menegaskan, BWCF kali ini secara khusus didedikasikan kepada Prof. DR. Edi Sedyawati, yang di bulan November 2023 tepat setahun meninggalnya arkeolog dan akademisi dengan disertasinya yang berjudul Pengarcaan Ganesa Masa Kadiri dan Singhasari: Sebuah Tinjauan Sejarah Kesenian ini. Durga (Parwati), Agastya dan Ganesha dikenal adalah pantheon utama Hindu.

“Untuk memperingati penelitian Prof. Edi tentang Gaṇesa, kami akan mengundang pakar-pakar baik dari luar negeri, Jawa dan Bali membicarakan Gaṇesa yang masih menyimpan misteri. Masih banyak aspek-aspek dari Gaṇesa yang belum dibicarakan oleh Bu Edi,” ujar Seno kepada media saat menggelar konferensi pers di Malang, Selasa (21/11/2023).

Sementara itu, narasumber Arkeolog M. Dwi Cahyono menjelaskan, ada dua sentra telaah yang bakal dipersembahkan dalam BWCF ini, yaitu telaah Seni Arca Dewa Ganesha, dan Sejarah Seni Pertunjukan Nusantara, dua pokok telaah yang sejauh ini jarang dibicarakan secara mendetail, disertai dengan ragam sajian seni pertunjukan yang elok.

Founder BWCF Seno Joko Suyono (dua dari kanan), saat saat konferensi pers bersama narasumber dan penampil di Malang, Selasa (21/11/2023). (Nedi Putra AW)

Menurut Dwi, pengarcaan Ganesha di era Kadiri (Pangjalu) dan Singhasari (Tumapel) menjadi karya akademik dalam disertasi Edi Sedyawati.

“Salah satu arca dewa Ganesha yang ditelaahnya adalah Ganesha berdiri di Karangkates, yang merupakan “masterpiece seni arca” dari era Singhasari,” ungkapnya.

Arca Ganesha tersebut ia narasikan secara visual lewat sebuah tayangan video edu-kultural dalam konferensi pers tersebut.

Ketua Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UM Dr. Daya Negri Wijaya, S.Pd.,M.A. menuturkan, menjadi tuan rumah BWCF ke-12 tahun ini merupakan suatu kehormatan bagi Universitas Negeri Malang.

Daya menambahkan, ada benefit atau keuntungan yang diperoleh dari perhelatan besar ini, pertama BWCF ini menjadi ajang promosi luar biasa bagi kampus UM, sebagai branding kepada khalayak umum.

“Kedua, menjadi rujukan di bidang kebudayaan, dimana paska MoU dengan BWCF ini ada kolaborasi dengan pihak-pihak luar untuk penyelenggaraan kemajuan kebudayaan, salah satunya tawaran kerjasama dari semacam Konferensi Internasional Indonesia Malaysia yang diinsiasi Malaya Universiti di Kuala Lumpur,” terangnya.

Sedangkan benefit ketiga, imbuhnya, UM akan menjadi pusat kebudayaan bukan hanya di Indonesia tapi di dunia global. Dia berharap kegiatan ini dapat menginisiasi dan menghidupkan kembali International Association of Historians of Asia (IAHA) yang sudah mati suri.

“Selain itu akan ada 30-40 mahasiswa yang dilibatkan sebagai relawan untuk mendampingi dan mengarahkan para peserta maupun narasumber dalam BWCF ke-12 ini,” pungkas Doktor Program Ilmu Sejarah Universidade do Porto Portugal ini mengakhiri.

Selain presentasi Festival oleh Seno Joko Suyono, Daya Wijaya, Anwari, penampil BWCF di bidang teater dan Nova Ruth, penampil BWCF di bidang musik, konferensi pers tersebut dimeriahkan dengan pergelaran Tari Topeng Desa Kranggan, Ngajum Kabupaten Malang, pemutaran video Kesaksian tentang Prof. Edi Sedyawati, Pemutaran dan Presentasi Video Ganesa Karangkates, serta Pemutaran Teaser Film Dokumenter Topeng Malang Menolak Punah, karya kolaborasi Seno Joko Suyono dengan sineas Malang.

Pewarta : Nedi Putra AW

Editor/Publisher : Aan Imam Marzuki

Artikel ini telah dibaca 133 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Warga Turen Hilang 11 Hari, Keluarga Minta Bantuan Pencarian

12 Mei 2026 - 18:48 WIB

Kejari Kota Malang Musnahkan Narkoba hingga Tulang Satwa Liar, Barang Bukti Bernilai Miliaran Dimusnahkan

12 Mei 2026 - 17:14 WIB

Diduga Konsleting Saat Cas Baterai Mobil, Ruang Praktikum Polinema Terbakar

12 Mei 2026 - 16:39 WIB

Terduga Maling Gasak HP Penjaga Warung di Dau, Modus Pura-pura Beli Terekam CCTV

12 Mei 2026 - 14:55 WIB

Penyeberang Jalan Tewas Tragis di Wajak, Pelaku Tabrak Lari Terekam CCTV

12 Mei 2026 - 13:14 WIB

Lakukan Reshuffle Sepihak, Eks Ketua PERBASI Kabupaten Malang Diduga Langgar AD/ART

12 Mei 2026 - 12:47 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !