BACAMALANG.COM – Kecelakaan maut tabrak lari terjadi di Jalan Raya Codo, sebelah utara Gapura Singa RT 19, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Seorang pria pejalan kaki tewas mengenaskan di lokasi kejadian setelah ditabrak dua kendaraan berbeda.
Korban diketahui sedang menyeberang jalan saat pertama kali tertabrak sepeda motor Honda Stylo warna hijau hingga terjatuh ke aspal. Nahas, sebelum sempat bangkit, korban kembali dihantam motor Kawasaki Ninja merah yang melaju dari arah berlawanan dengan dua orang berboncengan. Benturan keras membuat kepala korban pecah di tempat kejadian.
Pemilik CCTV di sekitar lokasi, Rini Rebecca, mengatakan kamera miliknya hanya merekam detik-detik tabrakan kedua.
“Ditabrak dua kali. Motor Ninja merah yang nabrak kedua lalu kabur. Penabrak pertama tidak terekam karena lokasinya bukan di depan rumah, tetapi di sebelah selatan. CCTV saya cuma menangkap Ninja merah. Mestinya bisa diproses karena ada dua CCTV, satunya lagi milik toko sebelah selatan yang sedang dimintai polisi,” ujarnya dalam unggahan di grup Facebook Wajak City.
Dari rekaman CCTV tersebut, terlihat motor Ninja merah sempat ngepot hingga menyeret aspal dan membuat kedua pengendaranya terjatuh. Tak lama kemudian, dua pengendara lain berhenti untuk memberikan pertolongan. Namun, kedua pengendara Ninja hanya mengecek kondisi motornya sebelum akhirnya kembali berboncengan dan melarikan diri meninggalkan korban yang tergeletak bersimbah darah.
Salah satu pengendara Ninja tampak tidak mengenakan helm. Ia merupakan pria muda memakai sarung hitam, sandal putih, serta kemeja merah yang dilapisi jaket hoodie. Sementara pemboncengnya juga tanpa helm, mengenakan jaket merah, celana selutut, dan sandal putih. Pembonceng sempat menghampiri korban sebelum akhirnya ikut kabur bersama pengendara.
Saksi mata bernama Tata menyebut korban sebenarnya masih sempat bergerak usai tabrakan pertama.
“Pertama korban sempat mau bangun, lalu ketabrak kedua kali dan kepalanya langsung hancur. Semua yang nabrak kabur, tidak ada yang tinggal di lokasi,” ungkapnya.
Korban diketahui tidak membawa identitas. Warga sekitar, David dan Bibah, membenarkan hal tersebut. Sementara warga lain bernama Sasa menduga korban merupakan warga Turen yang sebelumnya dilaporkan hilang.
“Soalnya tadi ada kabar orang Turen hilang. Tapi posisi korban tengkurap jadi belum bisa dikenali,” katanya.
Beberapa warga menduga korban merupakan pengamen atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), namun hingga kini identitasnya masih belum dipastikan.
Peristiwa ini juga sempat disiarkan langsung melalui TikTok oleh akun Janur Kuning dan ditonton sekitar 37 ribu pengguna. Dalam siaran tersebut disebutkan korban tertabrak dua kali saat menyeberang jalan. Jenazah korban kemudian dievakuasi oleh Satlantas Polres Malang.
Warga sekitar geram dengan aksi para pelaku yang kabur tanpa memberikan pertolongan.
“Kudu diproses iku. Kok penakmen kabur,” tegas Ardi, warga Codo.
Hal senada disampaikan Tata yang mengaku emosi melihat pelaku melarikan diri setelah sempat ditolong warga.
“Sama suamiku yang naik Ninja sempat dibantu bangun dan motornya didirikan, eh ternyata malah kabur,” ujarnya.
Hingga kini Satlantas Polres Malang masih memburu pengendara Honda Stylo hijau dan Kawasaki Ninja merah yang diduga terlibat dalam tabrak lari tersebut. Polisi juga telah mengamankan rekaman CCTV dari dua titik untuk kepentingan penyelidikan.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































