Bangga Berselendang Batik dan Udeng Garudeya, Arca Tatasawara Meriahkan Kanjuruhan Culture Carnaval - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 26 Nov 2023 10:07 WIB ·

Bangga Berselendang Batik dan Udeng Garudeya, Arca Tatasawara Meriahkan Kanjuruhan Culture Carnaval


 Kelompok musik Arca Tatasawara saat tampil memerihakan Hari Jadi ke-1263 Kabupaten Malang, diramaikan dengan Kanjuruhan Culture Carnaval (KCC) yang dipusatkan di sepanjang Jalan Ir Soekarno atau Jalibar Kepanjen, Sabtu (25/11/2023). (ist) Perbesar

Kelompok musik Arca Tatasawara saat tampil memerihakan Hari Jadi ke-1263 Kabupaten Malang, diramaikan dengan Kanjuruhan Culture Carnaval (KCC) yang dipusatkan di sepanjang Jalan Ir Soekarno atau Jalibar Kepanjen, Sabtu (25/11/2023). (ist)

BACAMALANG.COM – Rangkaian acara puncak peringatan Hari Jadi ke-1263 Kabupaten Malang, diramaikan dengan Kanjuruhan Culture Carnaval (KCC) yang dipusatkan di sepanjang Jalan Ir Soekarno atau Jalibar Kepanjen, Sabtu (25/11/2023).

Acara yang dibuka langsung Bupati Malang, HM Sanusi ini juga dihadiri jajarannya, yakni pejabat dan pimpinan daerah di Kabupaten Malang serta Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang menjadi tamu kehormatan.

KCC ini dimeriahkan dengan penampilan berbagai macam seni budaya, mulai marching band, parade penampilan kreatif dari 33 kecamatan yang jadi partisipan utama hingga tarian dan musik dari berbagai komunitas.

Salah satu penampil yang berpartisipasi dalam kegiatan ini adalah Arca Tatasawara, sebuah kelompok yang mengusung genre world music dengan anggota 7 pemusik.

Arca Tatasawara ini dibentuk pada bulan Agustus tahun 2023, ada Agus Wayan memainkan alat musik Sapek dari Borneo dan Painting dari Bali, Fisal memainkan kendang,
suling, terompet (percussion dan tiup).

Sementara lead gitar dimainkan oleh Koko, sedangkan Mohammad memainkan bass. Iringan drum dibawakan oleh Adit dan biola oleh Toetut, sementara Nova menjadi vokalis, serta memainkan gitar dan kecapi.

Agus Wayan menuturkan, pihaknya sangat berterimakasih dapat memeriahkan peringatan Hari Jadi ke-1263 Kabupaten Malang ini. Agus menambahkan penampilan ini merupakan pertama kalinya Arca Tatasawara bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kabupaten Malang.

“Kami bersyukur, Arca Tatasawara diminta oleh Kepala Disbudpar, Purwoto S. Sos, M. Si untuk mengisi acara Kanjuruhan Culture Carnival sebagai rangkaian Hari Jadi Kabupaten Malang. Tentunya kami sangat bangga menjadi bagian dari acara tersebut,” ujar Agus kepada BacaMalang.com, Sabtu (25/11/2023).

Menurut seniman yang biasa disapa Aak ini, merupakan kebanggaan tersendiri dapat tampil dengan kostum putih-putih berselendang Batik Garudeya dan Udeng Garudeya yang telah ditetapkan oleh Bupati sebagai ciri khas batik dan udeng Kabupaten Malang.

“Hal ini sangat selaras dengan visi dan misi Arca Tatasawara yakni mempererat persaudaraan lewat seni musik, budaya, serta mengenalkan situs candi yang ada di
Malang Raya,” ujarnya.

Dijelaskan Aak, lirik lagu kelompok musiknya banyak berkisah tentang alam, adat dan budaya Nusantara, yang juga terinsipirasi dari pahatan yang ada di situs Candi Jago yang didirikan sebagai penghormatan terhadap Wisnuwardhana tersebut.

Pahatan tersebut menggambarkan para seniman dengan alat musik pada zaman kerajaan Singhasari pada abad ke-13. Nama Arca Tatasawara dimaknai sebagai keindahan bunyi yang kokoh tertata.

Arca Tatasawara juga mengembangkan nilai-nilai kebangsaan lewat musikalitas untuk membangkitkan jiwa nasionalisme di semua kalangan.

Dalam kesempatan tersebut, imbuh Aak, Arca Tatasawara membawakan lagu-lagunya sendiri yang berjudul Malang, Nusantara, Pertanian, Instruman Etnik, Panyuwunan dan lagu daerah bertema dolanan anak, serta Ole-olang, lagu khas tanah Madura.

Meski relatif masih baru dibentuk, kelompok ini sempat pula memeriahkan acara Jatim Art Forum yang digelar Dewan Kesenian Jawa Timur di Taman Krida Budaya Jatim serta beberapa festival beberapa waktu lalu.

“Kami selalu tetap berusaha tampil maksimal lewat persiapan materi lagunya dengan latihan di studio Malang Creative Center (MCC) yang selama ini selalu mendukung kami,” ucapnya.

Ia berharap ke depan Arca Tatasawara dapat berkiprah lebih banyak dalam berbagai kesempatan.

“Kami siap berkolaborasi dengan siapa saja untuk memajukan seni budaya Nusantara,” tandasnya.

Pewarta : Nedi Putra AW

Editor/Publisher : Aan Imam Marzuki

Artikel ini telah dibaca 285 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Masuki Musim Kemarau 2026, BPBD Kabupaten Malang Petakan Wilayah Rawan Kekeringan

9 Mei 2026 - 21:47 WIB

Petani Kabupaten Malang Dibekali Strategi Hadapi Perubahan Iklim dan Ancaman El Nino

9 Mei 2026 - 21:41 WIB

Lomba PKS Jadi Ajang Pembentukan Karakter dan Disiplin Siswa SMP di Kabupaten Malang

9 Mei 2026 - 18:24 WIB

Lapas Malang Tegaskan Komitmen Zero HALINAR, Libatkan TNI-Polri dan BNNK

9 Mei 2026 - 14:23 WIB

Motor Mahasiswi Magang RRI Malang Raib di Lowokwaru, Aksi Pelaku Terekam CCTV

9 Mei 2026 - 13:33 WIB

Semakin Mudah Liburan ke Batu, Jatim Park x Muklay Hadir di Trans Jatim

9 Mei 2026 - 09:49 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !