Masuki Musim Kemarau 2026, BPBD Kabupaten Malang Petakan Wilayah Rawan Kekeringan - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 9 Mei 2026 21:47 WIB ·

Masuki Musim Kemarau 2026, BPBD Kabupaten Malang Petakan Wilayah Rawan Kekeringan


 Sejumlah tandon milik BPBD yang siap dipergunakan untuk antisipasi dampak puncak masa kekeringan. (BPBD for Baca Malang) Perbesar

Sejumlah tandon milik BPBD yang siap dipergunakan untuk antisipasi dampak puncak masa kekeringan. (BPBD for Baca Malang)

BACAMALANG.COM – Memasuki musim kemarau 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang meningkatkan kewaspadaan dengan memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan terdapat enam dusun yang masuk kategori rawan kekeringan.

“Enam dusun yang telah dipetakan yakni Sumberkotes Kulon dan Pohkecik di Kecamatan Gedangan, Krajan dan Semampir di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Bandarangin di Kecamatan Pagak, serta Sumbermaron di Kecamatan Kalipare,” ujar Sadono kepada bacamalang.com, Sabtu (9/5/2026).

Langkah pemetaan dilakukan menyusul prediksi BMKG yang menyebut puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli hingga September 2026. BPBD pun mulai menyiagakan personel, peralatan, hingga sarana distribusi air bersih untuk mengantisipasi dampak kekeringan.

Sadono menjelaskan, laporan resmi dari pemerintah desa nantinya akan menjadi dasar penetapan status tanggap darurat agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kabupaten Malang juga telah menyiapkan 50 tandon air untuk membantu kebutuhan masyarakat di wilayah rawan kekeringan saat puncak musim kemarau berlangsung.

BPBD membagi tingkat kekeringan menjadi tiga kategori, yakni kering kritis untuk wilayah dengan jarak lebih dari tiga kilometer dari sumber air, kering langka untuk wilayah berjarak 0,5 hingga tiga kilometer, serta kering langka terbatas untuk wilayah dengan jarak 0,1 hingga 0,5 kilometer dari sumber air.

Wilayah Malang Selatan dengan topografi batuan karst menjadi perhatian utama BPBD. Menurut Sadono, sebagian besar desa rawan kekeringan berada di kawasan karst yang sangat bergantung pada resapan air hujan.

“Ketika kemarau panjang terjadi, resapan air bisa hilang sepenuhnya dan tidak semua desa memiliki sumber mata air,” jelasnya.

Meski kondisi ketersediaan air di wilayah Malang Raya saat ini masih relatif aman, BPBD tetap mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta segera melapor apabila debit air mulai menurun.

Selain itu, masyarakat juga didorong melakukan mitigasi mandiri, seperti menanam pohon dan memanen air hujan guna menjaga cadangan air selama musim kemarau.

Dengan berbagai langkah antisipasi tersebut, BPBD berharap masyarakat di wilayah karst dan daerah rawan lainnya lebih siap menghadapi dampak musim kemarau hingga akhir tahun.

Pewarta : Hadi Triswanto
Editor : Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Petani Kabupaten Malang Dibekali Strategi Hadapi Perubahan Iklim dan Ancaman El Nino

9 Mei 2026 - 21:41 WIB

Lomba PKS Jadi Ajang Pembentukan Karakter dan Disiplin Siswa SMP di Kabupaten Malang

9 Mei 2026 - 18:24 WIB

Lapas Malang Tegaskan Komitmen Zero HALINAR, Libatkan TNI-Polri dan BNNK

9 Mei 2026 - 14:23 WIB

Motor Mahasiswi Magang RRI Malang Raib di Lowokwaru, Aksi Pelaku Terekam CCTV

9 Mei 2026 - 13:33 WIB

Semakin Mudah Liburan ke Batu, Jatim Park x Muklay Hadir di Trans Jatim

9 Mei 2026 - 09:49 WIB

Aksi Maling Gasak Tas Warga di Candi Panggung Terekam CCTV, Diduga Pelaku Sama dengan Kasus Curanmor Sebelumnya

9 Mei 2026 - 08:50 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !