BACAMALANG.COM – Hingga sekarang
Sahabat Alam Indonesia (SALAM)
intensif melakukan pemberdayaan perempuan nelayan di kawasan Pantai Wisata Kondang Merak, Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.
Lewat berbagai pemberdayaan tersebut, Founder Sahabat Alam Indonesia (SALAM) Andik Syaifudin menuturkan, pihaknya tak ingin nelayan hanya menjadi penonton di kampung sendiri.
“Jangan sampai nelayan menjadi penonton di kampung halamannya sendiri, karena produk usaha dikerjakan oleh orang luar desa bahkan investor yang menangkap adanya potensi yang bisa dikeruk hasilnya,” tegas Andik kepada BacaMalang.com, Sabtu (27/1/2024).
Pemberdayaan perempuan pesisir dengan pengenalan produk perikanan sebagai alternatif mata pencaharian keluarga nelayan sangat membantu mengurangi konflik keluarga yang berakibat sering ditemui anak-anak nelayan putus sekolah dan kekerasan rumah tangga pada perempuan dalam keluarga akibat faktor ekonomi
Potensi perikanan Malang Selatan dari hasil tangkap nelayan yang dihasilkan bapak-bapak dapat diolah menjadi nilai tambah keluarga ketika dijadikan produk turunan oleh ibu-ibu seperti pengolahan kuliner ikan bakar, oseng tuna, oseng gurita hingga produk ikan kemasan seperti abon ikan, stik ikan dan lain-lain.
Sehingga keuangan dari bapak-bapak hasil perikanan tangkap, dan keuangan ibu-ibu mengelola produk olahan di warung dan produk kemasan menjadi nilai tambah keuangan keluarga.

Salah satu produk olahan yang diharapkan mempunyai nilai tambah gizi dan ekonomi dari nelayan Pantai Kondang Merak. (Dok SALAM).
Sehingga kebutuhan keluarga (makan sehari-hari), bisa dipenuhi di warung atau produk olahan dan keluarga dapat menabung untuk kebutuhan lainnya seperti pendidikan, kesehatan, dan lain-lain.
Proses ini diharapkan dapat mengurangi kekerasan rumah tangga yang akibat kurangnya pemasukan keluarga.
“Kami mendorong sinergi hexahelix peran stakeholder baik instansi pemerintah, akademisi, swasta, kelompok masyarakat, NGO/organisasi pendamping dan media untuk membantu penguatan ekonomi nelayan,” urainya.
Pemberdayaan selayaknya dijalankan hingga di level keluarga dengan pelatihan-pelatihan produk olahan, proses pengemasan, pelatihan manajemen keuangan, membantu proses perizinan hingga membantu pemasaran baik secara langsung maupun penjualan online.
Pengolahan produk perikanan adalah wujud dari hilirisasi produk perikanan agar mempunyai nilai tambah bagi keluarga nelayan dari pada sekedar menjual ikan segar secara langsung, sehingga nelayan mendapat dua keuntungan yaitu penjualan ikan segar secara langsung oleh bapak-bapak dan produk olahan turunan dari hasil perikanan yang dijual ibu- ibu nelayan.
Implementasi pengembangan produk olahan perikanan sangat menjanjikan untuk dikembangkan di seluruh kelompok nelayan karena potensi kunjungan pariwisata di kawasan pesisir Selatan Malang sangat luar biasa.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor/Publisher: Aan Imam Marzuki




















































