BACAMALANG.COM – Diluar dugaan dukungan terhadap H Gunawan Wibisono untuk menjadi calon Bupati Malang ternyata tidak hanya datang dari relawan Poros Perjuangan tetapi juga datang dari berbagai lapisan masyarakat.
“Jujur kami merasa bangga dan terharu, sebab diluar dugaan, yang awalnya kami mengira, bahwa Poros Perjuangan hanya sendiri dalam mengusung Abah Gunawan sebagai bakal calon Bupati dari PDI Perjuangan, ternyata seiring berjalan, banyak sekali saudara-saudara kami dari komunitas seperti Sakera, Jamaah Ma’iyah, kelompok Bantengan, Onthel, Ojol,” kata Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Dau, Suwaji, Jumat (10/5/2024).
Selain itu Suwaji menyebutkan ada beberapa orang dari Ansor dan Banser yang datang sebagai individu pribadi untuk mendukung Abah Gunawan. “Walau kehadirannya mewakili pribadi, sahabat kami Banser dan Ansor juga banyak yang hadir, Poros Perjuangan merasa terharu dan sangat terkesan melihat dukungan dari sedulur-sedulur kami,” ungkapnya.
Suwaji pun menyampaikan, Poros Perjuangan dan Abah Gunawan telah memiliki ikatan batin yang kuat. Pengembalian formulir pendaftaran ke DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Rabu (8/5/2024), kata Suwaji, menjadi penanda bahwa Poros Perjuangan serius dalam mengusung dan mendukung salah satu kader terbaik yang dimiliki oleh partai besutan Megawati Sukarnoputri sebagai bakal calon Bupati.
“Dalam mengusung Abah Gunawan sebagai bakal calon Bupati, merupakan hasil perenungan dan diskusi intens dengan teman-teman PAC yang tergabung dalam Poros Perjuangan, karena yang kami inginkan adalah pemimpin yang dengan kekuasaanya sungguh-sungguh mau menjalankan visi misi partai sehingga tujuan memakmurkan masyarakat dapat diwujudkan. Kami merindukan pemimpin yang mau ngajak bicara semua kekuatan politik, dan melibatkan kader partainya dalam melaksanakan kerja-kerja politik, sampai stabilitas ipoleksosbudhankam tercipta dan itu dilakukan secara kontinyu atau terus menerus, bukan tambal butuh saja,” tegasnya.
Sementara saat ditanya soal pernyataan Hendik Arso Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Tirtoyudo, tentang 33 Ketua PAC yang dibelikan sepeda motor, Suwaji sedikit mengungkapkan kekecewaan.
“Aah, mosok sih, itu kan bahasa makelar, gak mungkin Hendik bicara seperti itu, dia Ketua PAC, salah kutip kali yang nulis,” jawab Suwaji sambil tersenyum.
Ditambahkannya, kader PDI Perjuangan tidaklah berpikir pragmatis, melainkan sebaliknya justru berpikir ideal, dimana pemimpin itu harus mampu menjamin terwujudnya kemakmuran rakyat secara merata, sebab Suwaji bilang PDI Perjuangan bisa besar karena memiliki basis massa yang besar, dan konstituen itu adalah rakyat Kabupaten Malang.
“Kalau meminjam istilah Bung Karno, pemimpin itu harus memiliki sifat ‘Satu Untuk Semua, Semua Untuk Satu’, sehingga malu kalau hanya mikir kemapanan diri sendiri,” tukasnya.
Terpisah, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Abdul Qodir menyatakan bahwa munculnya HM Sanusi dan Abah Gunawan yang maju sebagai bakal calon Bupati Malang menunjukkan bahwa partai berlambang banteng itu memiliki banyak kader terbaik yang layak menjadi pemimpin.
“Perlu dipahami munculnya Abah Sanusi dan Abah Gunawan itu, kami tidak sedang berbenturan. Harus dimaknai bahwa beliau berdua hanya sedang menjalankan hak konstitusionalnya untuk dicalonkan sebagai bakal calon Bupati,” tegas Abdul Qodir.
Abdul Qodir menambahkan, pendaftaran HM Sanusi dan Abah Gunawan merupakan wujud kedewasaan dari PDI Perjuangan dalam berpolitik yang tidak akan menggerus soliditas dan solidaritas kader.
“Pastinya ini tidak akan membuat hancur soliditas dan melunturkan solidaritas kader. Ini wujud kedewasaan PDI Perjuangan, sebab ketika Ibu Ketua Umum sudah mengambil keputusan, haqul yakin kami semua akan kembali ke rumah, untuk mengamankan dan menjalankan perintah Ibu Ketua Umum dengan tanggung jawab. Pencalonan Abah Sanusi dan Abah Gunawan ini menunjukkan bahwa PDI Perjuangan kaya kader yang pantas menjadi pemimpin, karena memiliki kemampuan memimpin masyarakat Kabupaten Malang,” tandasnya.
Pewarta : Dhimas Fikri
Editor/Publisher : Aan Imam Marzuki




















































