Pembukaan Kembali Wisata Bromo, Ini Kata Kepala TNBTS - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

KULWIS · 1 Jul 2020 21:53 WIB ·

Pembukaan Kembali Wisata Bromo, Ini Kata Kepala TNBTS


 Pembukaan Kembali Wisata Bromo, Ini Kata Kepala TNBTS Perbesar

BACAMALANG.COM – Pandemi covid-19 mengakibatkan kawasan wisata Gunung Bromo ditutup. Pemberlakuan new normal di sejumlah daerah, tidak membuat Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) selaku pengelola segera membuka kembali kawasan tersebut. Hal ini diungkapkan Kepala Balai Besar TNBTS John Kenedie kepada wartawan dalam jumpa pers di Malang, Rabu (1/7/2020).

Kenedie mengatakan, dalam menghadapi situasi New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru sektor wisata tersebut, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru melaksanakan rapat koordinasi dengan para pihak pada tanggal 1 Juli 2020 bertempat di aula kantor TNBTS bersama para pihak terkait seperti Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan 4 Kabupaten (Malang, Pasuruan, Probolinggo dan Lumajang), pelaku usaha wisata, kelompok-kelompok masyarakat penggiat wisata dan konservasi serta tokoh masyarakat Tengger.

Selaku narasumber adalah Direktur Jenderal Konservasi Sumber daya Alam Hayati dan Ekosistem, Bupati Malang, Bupati Pasuruan, Bupati Probolinggo, Bupati Lumajang, Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Konservasi (PJLHK) Ditjen KSDAE dan Kepala Balai Besar TNBTS. “Hasilnya, reaktivasi kawasan TNBTS untuk kunjungan wisata alam dilakukan bertahap dengan tetap berkoordinasi kepada Gugus Tugas Covid-19 dan Pemda setempat serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat,’ tegasnya.

Ia menambahkan, pada tahap awal, kegiatan pariwisata alam one day trip dapat dilakukan pada wilayah zona tidak terdampak (hijau) dan zona resiko rendah (kuning), dan atau zona lain. “Tentunya dengan rekomendasi tertulis dari Bupati,” lanjutnya.

Pembelian tiket masuk hanya dapat dilakukan secara online melalui situs bookingbromo.bromotenggersemeru.org sesuai dengan ketersediaan kuota sebesar 20% dari daya dukung daya tampung atau sejumlah 739 orang.

Kenedie mengatakan, hal ini terkait dengan pintu masuk kawasan wisata Bromo yang berada di empat kabupaten, yakni Malang, Pasuruan, Probolinggo dan Lumajang.

Foto: Panorama kawasan Bromo (nedi putra aw)

Kenedie menyebutkan, rekomendasi ini bisa dalam waktu dekat, setidaknya pada bulan Agustus nanti. “Tanggal pastinya, kembali kami masih menunggu rekomendasi dari para kepala daerah tersebut,” imbuhnya.

Para pihak berkomitmen dalam menyiapkan dan melakukan reaktivasi bertahap dalam masa transisi akhir Covid-19, meliputi Standar Operasional Prosedur (SOP) kegiatan wisata alam, sarana prasarana penunjang, kesiapan sumber daya manusia, serta sosialisasi dan verifikasi kesiapan reaktivasi wisata TNBTS;
“Kesehatan tetap nomor satu, kalau saat dibuka ternyata ada kejadian positif, dengan sangat terpaksa akan kita tutup, agar tidak terjadi kluster baru,” tegasnya.

Apalagi, imbuh dia, pengunjung Bromo bisa dari berbagai zona.
Kenedie mengatakan, pembukaan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan Gunung Bromo terlebih dahulu. “Sementara pendakian masih belum diperbolehkan,” imbuhnya.

Kenedie menegaskan bahwa pembukaan ini penting untuk menggerakkan roda pariwisata di Bromo. “Sementara perayaan Yadnya Kasada tahun 2020 akan tetap digelar khusus bagi masyarakat Tengger, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pengendalian Covid-19, dan tidak dibuka untuk wisatawan,” urainya.

Pelaksanaan reaktivasi bertahap akan dievaluasi secara berkala dengan memperhatikan hasil monitoring pelaksanaan di lapangan dan perkembangan kondisi pandemi covid-19. Dari segi konservasi menurut Kenedie, ditutupnya wisata ini membuat alam Bromo dapat bernafas kembali. “Paling tidak selama tiga bulan kawasan ini dapat hijau kembali tanpa polusi,” tandasnya. (Ned/Red)

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Libur Sekolah Makin Seru, Mikutopia Hadirkan Journey of Wonderland dengan Parade Budaya Spektakuler

23 Juni 2026 - 17:29 WIB

Grand Whiz Hotel Trawas Hadirkan “Haven June Staycation”, Kombinasi Pegunungan Asri, Fasilitas Ramah Keluarga, dan Aktivitas Anak yang Menarik

18 Juni 2026 - 20:20 WIB

Taste of Asia, Promo All You Can Eat Persembahan Atria Hotel Malang di Akhir Pekan

11 Juni 2026 - 15:57 WIB

Lan Hua Chinese Restaurant Malang Sajikan Dragon Boat Family Set, Hadirkan Momen Bersantap Intim Bertiga

9 Juni 2026 - 13:56 WIB

Disparbud Gandeng Penggerak Konservasi Perkuat Ekowisata dan Eduwisata Pesisir Malang Selatan

7 Juni 2026 - 09:26 WIB

Ngopi di Bangunan Kolonial Belanda, 7 Cafe Batu Tawarkan Sensasi Berbeda dengan Harga Ramah Kantong

31 Mei 2026 - 19:45 WIB

Trending di KULWIS

©Hak Cipta Dilindungi !