Aksi Gowes Berkeranda untuk Tragedi Kanjuruhan, Ebes Midun Disambut di Bandung - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 28 Sep 2024 15:52 WIB ·

Aksi Gowes Berkeranda untuk Tragedi Kanjuruhan, Ebes Midun Disambut di Bandung


 Aksi gowes berkeranda Ebes Midun tiba di Bandung. (ist) Perbesar

Aksi gowes berkeranda Ebes Midun tiba di Bandung. (ist)

BACAMALANG.COM – Miftahudin Ramli, yang lebih dikenal sebagai Ebes Midun, tiba di Bandung dan disambut antusias oleh berbagai elemen suporter.

Midun tiba di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) sekitar pukul 14.00 WIB. Dalam foto yang dikirimkan para suporter ke redaksi BacaMalang, Midun sempat menghampiri Universitas Padjajaran dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Ofiek, salah satu Aremania yang tinggal di Jawa Barat, mengatakan bahwa aksi Ebes Midun ini mendapat pengawalan dari aliansi suporter yang ada di Cirebon, Majalengka, Sumedang, Bandung, Bogor, hingga ke Jakarta.

“Yang mengawal Ebes Midun di Jawa Barat ada dari Aremania, Pasoepati, Barama, Viking. Untuk penyerahan estafet pengawalan dari rekan-rekan aliansi suporter di tiap wilayah yang dilintasi,” jelas Ofiek, Aremania Jawa Barat.

Aksi gowes ini dimulai oleh Ebes Midun sejak Jumat (20/9/2024) lalu, dengan target tiba di monumen bersejarah pada 1 Oktober 2024, bertepatan dengan peringatan dua tahun Tragedi Kanjuruhan sekaligus Hari Kesaktian Pancasila.

“Hari ini masih di Bandung, sebelum lanjut perjalanan ke Jakarta,” terang Ebes Midun kepada BacaMalang.

Aksi bersepeda dengan membawa keranda jenazah ini merupakan bentuk keprihatinan dan penolakan lupa atas Tragedi Kanjuruhan Malang yang menelan korban ratusan suporter, serta sebagai misi perdamaian antar suporter.

Di keranda jenazah sepedanya, terdapat tulisan “Justice For Kanjuruhan” dan “Ladub Berkeranda Mencari Kesaktian Pancasila”. Hingga kini, pria berusia 54 tahun ini telah mengayuh sepedanya melewati berbagai kota seperti Jombang, Nganjuk, Madiun, Ngawi, Sragen, Solo, Klaten, Yogyakarta, Purworejo, Kebumen, Purwokerto, Brebes, Cirebon, Majalengka, dan Sumedang.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 159 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Aksi Heroik Nelayan Sendang Biru Selamatkan Hiu Paus, Dedi Mulyadi Beri Apresiasi

15 April 2026 - 20:07 WIB

UMM Jadi Mitra UNESCO, Pimpin Misi Global Kelestarian Air

14 April 2026 - 15:51 WIB

Tim Brimob Polri Tembus 10 Besar Dunia, Bukti Kapasitas Indonesia di Ajang Skydiving Internasional

12 April 2026 - 17:52 WIB

Tegas Berantas Narkotika di Lapas, Menteri Imipas Perketat Pengawasan dan Tindak Oknum

11 April 2026 - 17:32 WIB

Semangat Paskah dan Kebersamaan, UKWK Gelar Misa hingga Halal Bihalal

10 April 2026 - 16:09 WIB

Risiko Hukum Mengintai Pengelolaan KDMP di Malang Raya

10 April 2026 - 14:39 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !