BACAMALANG.COM – Peringatan 2 (dua) tahun Tragedi Kanjuruhan oleh Curvasud Arema Agregat 87 dihadiri sederet tokoh yang mengikuti doa bersama di Jalan Patimura Kota Malang, Senin (30/9/2024). Mereka tak hanya tokoh lintas agama, namun juga beberapa tokoh Arema, seperti Sam Anto Baret, Sam Ade Herawanto, Sam Rektor Universitas IBU Nurcholis Sunuyeko, Sam HC, Sam Bogank Dirut Perum Tugu Tirta, Mayor Cecep Wadandenpom Kodam V Brawijaya serta perwakilan LIB, serta tak ketinggalan para nawak Madas atau Madura Asli. Mereka semua larut dalam mendoakan korban tragedi Kanjuruhan.
Usai waktu sholat Maghrib, acara diawali shalawat Nabi, dan dilanjutkan dengan doa bersama dipimpin penasihat Curvasud Arema.Gus Hisa Al Ayyubi. Acara selanjutnya sambutan
Ketua Majelis CSA Sam Ari “Ambon” Susanto.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder serta donatur yang sudah mendukung acara ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Gus Hisa Al Ayyubi juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kegiatan ini. “Malam hari ini kita sama-sama berdoa untuk para korban Kanjuruhan, terima kasih karena tanpa teman-teman Curvasud, kegiatan ini tidak akan terwujud,” ujarnya.

Doa bersama mengenang Dua Tahun Tragedi Kanjuruhan Curvasud Arema ini juga diisi dengan santunan anak yatim, Senin (30/9/2024).(ist)
Gus Hisa juga menyambut hadirnya Sam Anto Baret, yang dianggapnya justru sebagai Kiai yang sebenarnya, karena tidak banyak bicara tapi banyak berbuat. Sam Anto Baret mengajak Aremania bermunajat dalam lantunan syair. “Ingatlah, bahwa anak adam hidup hanya sementara. Rasulullah yang tercinta nabi Muhammad kekasih Allah. Shalawat kita panjatkan kehadapan junjungan kita Nabi Muhammad kekasih Allah,” demikian lantunan dari Sam Anto.
Sam Ade Herawanto, mewakili Pemkot Malang juga mengucapkan terima kasih atas perjuangan dan konsistensi para Aremania dalam memperjuangkan keadilan untuk tragedi Kanjuruhan dengan caranya sendiri, yakni lewat doa dan berbuat baik.
Kegiatan di Curvasud Arema ini juga mendapat apresiasi Sam Ali Rifki. Dikonfirmasi terpisah, mewakili nawak-nawak Aremania, ia berharap ke depan dilaksanakan seperti yang dilakukan di Curvasud, yakni bermunajat dan mendoakan saudara-saudara yang mendahului pada 1 Oktober 2022 silam. “Saya doakan dari kegiatan ini, semoga amal ibadah kita dapat di terima dan saudara-saudara kita bisa mendapat tempat yang tenang di alam kubur,” ungkapnya.
Ali Rifki mangaku akan mendorong pemerintah Kota Malang agar selalu melakukan kegiatan seperti ini untuk mengenang tragedi Kanjuruhan.
Pada kesempatan malam itu, juga digelar santunan anak yatim, dan diakhiri doa lintas agama dari semua tokoh semua agama di Kota Malang.
Pewarta: Nedi Putra AW
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































