Desa Banjarsari Bangkit dengan Usaha Tape Manis: Inovasi Pemuda yang Menginspirasi - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

EKOBIZ · 6 Okt 2024 11:53 WIB ·

Desa Banjarsari Bangkit dengan Usaha Tape Manis: Inovasi Pemuda yang Menginspirasi


 Geliat pemberdayaan ekonomi Desa Banjarsari dengan Usaha Tape Manis.(ist) Perbesar

Geliat pemberdayaan ekonomi Desa Banjarsari dengan Usaha Tape Manis.(ist)

BACAMALANG.COM – Desa Banjarsari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, menjadi sorotan berkat inovasi dan semangat kewirausahaan pemudanya dalam usaha Tape Manis.

Ketua Kampung Tape, Kasrodin, yang juga peraih penghargaan Youth Entrepreneur dari Kementerian Pertanian, menyatakan bahwa usaha ini berhasil meningkatkan taraf hidup masyarakat desa.

“Alhamdulillah kampung kami menjadi sorotan berkat inovasi dan semangat kewirausahaan pemudanya berjualan Tape Manis,” ujar Kasrodin.

Desa ini berhasil mengubah komoditi singkong menjadi produk Tape Manis yang digemari banyak orang. Kelompok pemuda di Desa Banjarsari dikenal kompak dan solid, mengolah singkong menjadi tape yang diharapkan dapat mendongkrak perekonomian rakyat desa. Kelompok ini dibentuk pada 19 November 2020 dengan tujuan memberikan wadah aspirasi kepada warga, terutama dalam mencari bahan baku yang seringkali sulit ditemukan. Produk Tape Banjarsari memiliki ciri khas manis dan lembut saat dimakan.

Mayoritas penduduk Desa Banjarsari berjualan Tape Singkong, dengan 187 anggota yang tersebar di 21 RT dan 6 RW. Para pedagang tape memasarkan produknya dengan cara tradisional, seperti berkeliling dari desa ke desa dan menjualnya di pasar. Bahan baku singkong diperoleh langsung dari petani dan pedagang singkong. Selain itu, pemasaran tape juga dilakukan secara online hingga ke luar negeri.

Kasrodin juga berbagi cerita tentang perjalanan awalnya dalam berjualan tape. Awalnya, pihaknya berjualan dari pintu ke pintu. Namun, seiring berjalannya waktu, mulai bertransformasi dan memanfaatkan pemasaran digital. Saat ini, 60% pemasaran dilakukan secara digital, sementara 40% masih menggunakan cara tradisional.

Kelompok tape yang dipimpin Kasrodin terdiri dari 20 anggota, dengan 12 di antaranya adalah pemuda dan 8 lainnya sudah berusia lanjut. Tantangan saat ini adalah banyaknya pedagang yang menjual tape, sehingga pihaknya harus lebih giat dan rajin untuk memacu produksi lebih banyak lagi.

Kasrodin berharap agar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Banjarsari mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Malang. “Semoga usaha kami dapat lebih berkembang dan maju dengan dukungan dari pemerintah,” harapnya.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 160 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

OJK Malang Gelar Penguatan Literasi dan Inklusi Keuangan Mendukung Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan UMKM Kota Pasuruan

12 Mei 2026 - 09:43 WIB

Hotel Santika Premiere Malang Raih Penghargaan Lingkungan dari Pemkot, Aktif Kurangi Sampah Plastik

11 Mei 2026 - 22:16 WIB

KDMP Desa Jambuwer Kromengan Terima Mobil Operasional, Perkuat Layanan untuk Warga

11 Mei 2026 - 07:10 WIB

Gebyar UMKM “Harmoni Kreativitas Tanpa Batas”, Lowokwaru Berdayakan Lansia, Anak hingga Disabilitas

10 Mei 2026 - 17:19 WIB

“Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan”, Saat Memori dan Kehangatan Keluarga Perlahan Memudar Karena Alzheimer

9 Mei 2026 - 22:00 WIB

BRI Malang Martadinata Tegaskan Lelang Agunan Sudah Sesuai Prosedur dan Aturan Hukum

6 Mei 2026 - 10:43 WIB

Trending di EKOBIZ

©Hak Cipta Dilindungi !