Invasi Ikan Predator di Telaga Polaman, Pemkab Malang Bergerak Cepat Amankan Ekosistem - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 29 Apr 2025 15:18 WIB ·

Invasi Ikan Predator di Telaga Polaman, Pemkab Malang Bergerak Cepat Amankan Ekosistem


 Staf Pemkab Malang dan tim saat berkunjung cek kondisi terkait adanya Ikan Aligator di Telaga Polaman Lawang. (ist) Perbesar

Staf Pemkab Malang dan tim saat berkunjung cek kondisi terkait adanya Ikan Aligator di Telaga Polaman Lawang. (ist)

BACAMALANG.COM – Keberadaan ikan predator asing di Telaga Polaman, Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, mengundang perhatian serius dari pemerintah daerah. Pada Senin (28/4/2025), Dinas Perikanan Kabupaten Malang bersama jajaran kecamatan turun langsung ke lokasi setelah ditemukan delapan ekor Ikan Aligator Gar (Atractosteus spatula) dan satu ekor Ikan Arapaima di kawasan yang dikenal sakral tersebut.

Penemuan ikan berukuran besar ini memicu kekhawatiran akan potensi kerusakan ekosistem perairan dan ancaman terhadap keselamatan warga sekitar. “Ikan ini sangat berbahaya, baik bagi lingkungan maupun manusia. Taringnya tajam, sisiknya keras, dan kekuatannya luar biasa. Jika dibiarkan, ekosistem lokal bisa hancur,” ungkap Ruwiyanto, pemerhati lingkungan dan pegiat perikanan yang pertama kali menemukan keberadaan ikan tersebut.

Ruwiyanto menduga, ikan-ikan itu dilepas secara ilegal oleh seorang pengunjung asal Surabaya sekitar satu dekade lalu. Sejak saat itu, ikan predator tersebut terus berkembang biak di Telaga Polaman tanpa kontrol.

Camat Lawang, Agus Harianto, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Satpol PP dan tim animal rescue untuk segera mengambil tindakan. “Kalau memang keberadaan ikan ini membahayakan, kami akan segera menindaklanjuti agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat,” tegas Agus.

Pihak pemerhati lingkungan mendesak agar langkah penanganan dilakukan secepatnya tanpa prosedur hukum yang berlarut-larut, demi menjaga keseimbangan ekosistem dan keamanan warga. “Yang utama adalah ekosistem tetap terjaga dan masyarakat aman,” tambah Ruwiyanto.

Telaga Polaman sendiri merupakan situs bersejarah yang dipercaya telah ada sejak zaman kuno. Dengan kejadian ini, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan melepas hewan asing ke alam bebas, guna mencegah bencana ekologi di masa depan.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor/Publisher: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 84 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Listrik Padam Bergilir di Malang Raya, Warga dan Pelaku Usaha Mengaku Merugi

23 Juni 2026 - 07:12 WIB

Kirab Banteng 1 Suro Jadi Simbol Pelestarian Budaya, Nurochman-Heli Kompak Perkuat Identitas Kota Batu

22 Juni 2026 - 19:26 WIB

Mahasiswa Singosari Kehilangan Vario Baru, Digondol Maling Saat Bersih-Bersih Ruko untuk Buka Kafe

22 Juni 2026 - 19:22 WIB

Lansia di Sumberpucung Dirampok, Mobil Honda Jazz dan Uang Tunai Dibawa Kabur

22 Juni 2026 - 18:24 WIB

Koordinator BGN Pujon Ungkap Kunci Sukses Program MBG: Sinergi dan Komunikasi Jadi Fondasi Utama

22 Juni 2026 - 18:11 WIB

Anjungan Air Siap Minum Dirusak, Tugu Tirta Prihatin dan Ajak Warga Jaga Fasilitas Publik

22 Juni 2026 - 17:14 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !