Transisi New Normal, Wisata "OYOT" Coban Talun Siapkan Protokol Kesehatan - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 15 Agu 2020 10:05 WIB ·

Transisi New Normal, Wisata “OYOT” Coban Talun Siapkan Protokol Kesehatan


 Transisi New Normal, Wisata “OYOT” Coban Talun Siapkan Protokol Kesehatan Perbesar

BACAMALANG.COM – Memasuki era transisi New Normal, wahana wisata alam “OYOT” (Obyek Wisata Coban Talun), yang berlokasi di Coban Talun, Dusun Wonorejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu resmi dibuka.

Sebelumnya, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Kota Batu meninjau langsung terkait dengan protokol kesehatan.

Usai ditinjau dan telah memenuhi standar kelayakan persyaratan, akhirnya wisata alam inipun kini telah resmi dibuka untuk umum.

Di tempat wisata alam tersebut, bagi para pengunjung telah di sediakan tempat untuk cuci tangan menggunakan wastafel. Selain itu, wisatawan juga diwajibkan untuk selalu memakai masker jika ingin berkunjung.

Salah satu wahana yang menjadi favorit utama wisatawan saat berkunjung ke Coban Talun adalah Oyot (Akar). Lokasinya berada di pinggir Dam sumber aliran sungai Brantas.

Menurut pengelola Oyot, Supriyanto, para wisatawan maupun pengunjung bakal di suguhi banyak tempat spot foto seperti cermin terbalik, taman bunga yang terkenal dengan bunga hertensianya, rumah anggrek, spot sayap burung, gardu pandang di dam, spot foto love, gubuk kerucut dari akar kayu dan lain-lain yang bisa dinikmati.

“Ya, selain spot untuk berfoto, di Oyot juga tersedia beberapa wahana permaianan anak maupun orang dewasa, contohnya ATV, flying fox, perahu bebek, sepeda udara diatas dam, tubing, dan outbound, serta masih banyak lagi wahana lainnya,” kata Doyok sapaan akrabnya, Jumat 14/8/2020) saat diwawancara awak media.

Di uraikan dia, bahwasanya untuk masuk ke Oyot, rata-rata pengunjung atau wisatawan akan dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp 5 ribu.

“Oyot juga di lengkapi dengan banyak fasilitas, salah satunya seperti gazebo, pendopo beristirahat. Rumah makan dan cottage atau penginapan,” ungkapnya.

Untuk menu yang disediakan di Oyot lanjut Doyok, terbilang banyak, yakni mulai dari cemilan berupa kentang goreng, tiwul dari singkong, makanan kenyal bernama lopes serta memiliki jenis minuman lebih dari 10 jenis dan harga cemilan dan seduhan tersebut di banderol dengan harga murah, berkisar mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 12 ribu.

“Kalau untuk makanan berat yang ditawarkan juga lumayan banyak, bahkan terdiri lebih dari 15 menu masakan yang harganya mulai Rp 10 ribu sampai Rp 25 ribu perporsi,” tukas dia.

Jenis penginapan di wahana oyot sendiri, masih kata Doyok, bertipe Cottage atau Villa mini dengan panggung yang dilengkapi 2 ranjang, kamar mandi, Wifi, TV kabel dan teras bersantai.

“Untuk room rate harganya hari biasa berkisar Rp 750 ribu saja, namun jika untuk hari libur atau weekend harganya Rp 1 juta. Sehingga cukup nyaman serta cocok dijadikan akomodasi alternatif, dikala liburan bersama dengan keluarga ataupun sebagai tujuan bulan madu,” pungkasnya.(eko/zuk)

Artikel ini telah dibaca 37 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Dituduh Langgar UU Diskriminasi Ras dan Etnis dalam Kasus Dugaan Penganiayaan, Kuasa Hukum: Itu Hanya Perkara Kanak-Kanak

14 Juni 2026 - 20:09 WIB

Satlantas Polres Batu Gelar Layanan SIMLING dan SAMLING di CFD Kota Batu, Masyarakat Sambut Antusias

14 Juni 2026 - 17:58 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Batu Buka Layanan Gratis dan Bazar Murah di CFD Kota Batu

14 Juni 2026 - 15:27 WIB

Dugaan Pelecehan di Pondok Pesantren Bululawang Masuk Ranah Hukum, Korban Didampingi Yakuza Maneges

14 Juni 2026 - 12:44 WIB

BINUS @Malang Dorong Transformasi Limbah Plastik Lewat Program Edu Eco-Furniture Village Bersama Warga Klampok Kasri Kota Malang

14 Juni 2026 - 08:56 WIB

Studi Tiru, Kecamatan Grati Pasuruan Belajar Inovasi Pelayanan ke Pakisaji

13 Juni 2026 - 14:18 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !