Unisma Berhasil Menembus Peringkat 50 Besar PTN/PTS di Indonesia, Ini Kata Rektor - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 19 Agu 2020 08:29 WIB ·

Unisma Berhasil Menembus Peringkat 50 Besar PTN/PTS di Indonesia, Ini Kata Rektor


 Unisma Berhasil Menembus Peringkat 50 Besar PTN/PTS di Indonesia, Ini Kata Rektor Perbesar

BACAMALANG.COM – Peringatan Kemerdekaan RI ke-75 tahun pada 17 Agustus 2020 ternyata menjadi momen istimewa bagi Universitas Islam Malang (Unisma).
Kampus Nahdlatul Ulama (NU) tersebut berhasil menembus peringkat 50 besar perguruan tinggi baik negeri maupun swasta.

Rektor UNISMA Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si mengatakan, Unisma berada di rangking 44 berdasarkan pemeringkatan klasterisasi perguruan tinggi se-Indonesia. “Pengumuman disampaikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus kemarin,” ungkapnya, Selasa (18/8/2020).

Bagi Maskuri, hal ini menjadi tantangan lebih baik ke depannya, dengan semakin berikhtiar mempersiapkan segala sesuatunya. Namun Rektor yang produktif menulis buku ini menegaskan, bahwa pencapaian tersebut tidak lepas dari percepatan perbaikan baik dari sisi manajemen, kemahasiswaan, penelitian, pengabdian, kerjasama serta inovasi.

Maskuri menambahkan, Unisma telah melakukan merdeka belajar di semua program studi. “Merdeka belajar telah dilakukan di sini, dan juga di lembaga pondok pesantren, dimana selanjutnya, untuk meningkatkan kualitas pendidikan, kami tengah mengajukan 7 akreditasi program studi internasional,” urainya.

Foto: Unisma di peringkat 44 perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. (Kemendikbud)

Kemendikbud RI menitikberatkan sejumlah aspek penilaian, seperti dosen berpendidikan S3, jumlah mahasiswa, jumlah dosen, artikel ilmiah terindeks, jumlah program studi yang terakreditasi, jumlah sitasi dosen, lulusan, serta kerja pengabdian masyarakat.

Maskuri menjelaskan, aspek proses menjadi poin paling besar. Kemudian disusul sisi input, out come dan out put dari sejumlah penilaian tersebut. Selain faktor penilaian di atas, lanjut Maskuri, ada peran dari ikhtiar spiritual yang dijunjung tinggi di kampus yang juga berhasil mempertahankan posisi nomor 1 di Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) se-Indonesia ini.

“Salah satu indikatornya, keunggulan dari sisi spiritual dan moralitas untuk menjaga perilaku, dimana banyak mahasiswa kami yang sebelum lulus sudah dipinang oleh sejumlah perusahaan BUMN maupun swasta,” tandasnya. (ned)

Artikel ini telah dibaca 45 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Kepemilikan SPPL Wajib, Minimalisir Pencemaran Lingkungan dalam MBG

7 Mei 2026 - 14:40 WIB

Tanam Kacang Lurik Madu di SAE Ngajum, Ditjenpas Jatim Perkuat Program Ketahanan Pangan

7 Mei 2026 - 12:09 WIB

Kota Malang Borong Dua Penghargaan Halal 2026, Wali Kota Wahyu Perkuat Daya Saing UMKM

5 Mei 2026 - 15:36 WIB

PWI Pusat Finalisasi AD/ART dan Siapkan Transformasi Digital lewat Website hingga Podcast

5 Mei 2026 - 09:16 WIB

Inspiratif, Siswa SMPN 2 Pakisaji Terbitkan 5 Buku Orisinal Hasil Karya Sendiri

3 Mei 2026 - 07:36 WIB

HUT ke-44 KPJ, Anto Baret Soroti “Omong Kosong” Pemimpin dan Tegaskan Solidaritas Persaudaraan

3 Mei 2026 - 01:10 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !