BACAMALANG.COM – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar Batu Greenation Fest 2025, sebuah festival lingkungan yang berlangsung sepanjang bulan Juni. Mengusung tema “Think Green, Think Clean”, kegiatan ini menjadi ajang kampanye sadar lingkungan yang menyasar seluruh lapisan masyarakat Kota Batu.
Kepala DLH Kota Batu, Dian Fachroni Kurniawan, S.E., MS.e., MA, mengatakan bahwa Batu Greenation Fest dirancang sebagai gerakan kolektif untuk membangun budaya cinta lingkungan. Ia menjelaskan bahwa logo festival berupa pohon rindang dikelilingi tanaman menjalar melambangkan kehidupan dan keberlanjutan. Sementara, istilah Greenation merupakan gabungan dari kata Green dan Nation, yang mencerminkan semangat gotong royong dalam menjaga bumi.
“Ini bukan hanya festival biasa, tapi gerakan bersama yang mengajak perubahan pola pikir dan aksi nyata demi lingkungan yang lebih bersih dan lestari,” tegasnya saat ditemui, Jumat (13/6/2025).
Rangkaian kegiatan Batu Greenation Fest 2025 dirancang melibatkan berbagai elemen, mulai dari pelajar, komunitas, seniman, hingga pegiat lingkungan. Salah satu acara unggulan adalah Batu Greenation Camp, yakni kegiatan perkemahan sekaligus pelantikan anggota Saka Kalpataru Gerakan Pramuka Kota Batu periode 2025–2030. Kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta dari sekolah Adiwiyata se-Kota Batu dan berlangsung di Wana Wisata Coban Talun, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji.
Selanjutnya, Batu Greenation Symphony Art and Eco (SAE) akan digelar di Alun-alun Timur Kota Batu pada 14 Juni 2025. SAE merupakan festival seni dan lingkungan inklusif yang menampilkan musik, tari, teater, dan instalasi seni dengan pesan pelestarian lingkungan. Acara ini menjadi wadah ekspresi kreatif para seniman, pelajar, dan komunitas yang peduli terhadap isu lingkungan.
Festival ini akan ditutup dengan Anugerah Lingkungan Hidup Kota Batu 2025 pada 30 Juni mendatang. Penghargaan ini diberikan kepada individu, kelompok, sekolah, desa, hingga penggiat lingkungan yang menunjukkan dedikasi tinggi terhadap pelestarian alam. Kompetisi inovasi pengelolaan sampah antar sekolah juga menjadi bagian dari ajang ini, sebagai upaya menanamkan nilai peduli lingkungan sejak dini.
Tak kalah menarik, Lomba Video Lingkungan Hidup 2025 turut digelar sebagai ajang kreasi generasi muda dalam menyuarakan kepedulian terhadap bumi melalui media digital.
“Kami ingin membangun kesadaran bahwa setiap individu memiliki peran. Dengan kampanye melalui video kreatif, generasi muda bisa menjadi agen perubahan,” ujar Dian Fachroni.
Ia berharap, melalui Batu Greenation Fest 2025, kesadaran masyarakat Kota Batu terhadap isu lingkungan tidak hanya tumbuh sesaat, tetapi juga tertanam dalam keseharian.
“Ini saatnya kita semua bersatu demi masa depan lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Pewarta: Eko Sabdianto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































