Kemarau Basah Tekan Risiko Kekeringan, BPBD Kabupaten Malang Tetap Siaga 50 Tandon Air untuk 11 Desa - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 24 Jul 2025 06:07 WIB ·

Kemarau Basah Tekan Risiko Kekeringan, BPBD Kabupaten Malang Tetap Siaga 50 Tandon Air untuk 11 Desa


 Sejumlah tandon air yang disiapkan untuk antisipasi bencana kekeringan. (BPBD for Baca Malang) Perbesar

Sejumlah tandon air yang disiapkan untuk antisipasi bencana kekeringan. (BPBD for Baca Malang)

BACAMALANG.COM – Meski fenomena kemarau basah menurunkan ancaman kekeringan di Kabupaten Malang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tetap bersiaga. Sebanyak 50 tandon air disiapkan untuk mengantisipasi dampak kekeringan di 11 desa rawan, sebagai bagian dari langkah preventif menghadapi puncak musim kering yang diprediksi terjadi Agustus hingga Oktober 2025.

Berdasarkan data terbaru BPBD Kabupaten Malang, jumlah desa yang berpotensi terdampak kekeringan menurun drastis dari 17 desa pada tahun 2024 menjadi 11 desa tahun ini. Penurunan ini dipengaruhi oleh dua faktor utama: kemarau basah yang meningkatkan curah hujan dan perluasan jaringan pelayanan air bersih.

“Beberapa desa sudah terjangkau layanan air bersih. Contohnya, Desa Harjokuncaran kini mendapat suplai air dari Perumda Tirta Kanjuruhan, dan Desa Sumbul di Singosari menerima bantuan air bersih dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” jelas Plt. Kepala BPBD Kabupaten Malang, R. Ichwanul Muslimin, Rabu (23/7).

Namun, kata Ichwanul, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama di wilayah selatan Kabupaten Malang. Oleh karena itu, BPBD telah mengajukan bantuan 50 tandon air berkapasitas 1.200 liter ke BPBD Provinsi Jawa Timur dan BNPB untuk mendukung distribusi air bersih ke desa-desa terdampak.

Adapun 11 desa yang masih masuk kategori rawan kekeringan yaitu: Kalipare, Putukrejo, Arjowilangun, Sumberoto, Mentaraman, Sumberbening, Tumpakrejo, Kedungbanteng, Sitiarjo, Sumberagung, dan Sumberejo.

“Kami terus melakukan pemantauan cuaca dan siap melakukan dropping air jika dibutuhkan,” tegas Ichwanul.

BPBD Kabupaten Malang juga berharap curah hujan tetap mendukung selama puncak musim kemarau, serta koordinasi lintas instansi dapat mempercepat penanganan bila terjadi krisis air bersih di daerah terdampak.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 71 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Warga Turen Hilang 11 Hari, Keluarga Minta Bantuan Pencarian

12 Mei 2026 - 18:48 WIB

Kejari Kota Malang Musnahkan Narkoba hingga Tulang Satwa Liar, Barang Bukti Bernilai Miliaran Dimusnahkan

12 Mei 2026 - 17:14 WIB

Diduga Konsleting Saat Cas Baterai Mobil, Ruang Praktikum Polinema Terbakar

12 Mei 2026 - 16:39 WIB

Terduga Maling Gasak HP Penjaga Warung di Dau, Modus Pura-pura Beli Terekam CCTV

12 Mei 2026 - 14:55 WIB

Penyeberang Jalan Tewas Tragis di Wajak, Pelaku Tabrak Lari Terekam CCTV

12 Mei 2026 - 13:14 WIB

Lakukan Reshuffle Sepihak, Eks Ketua PERBASI Kabupaten Malang Diduga Langgar AD/ART

12 Mei 2026 - 12:47 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !