"GAJAH BARU", Anggrek Hibrida Asli Malang Tembus Pengakuan Internasional - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 1 Sep 2025 11:19 WIB ·

“GAJAH BARU”, Anggrek Hibrida Asli Malang Tembus Pengakuan Internasional


 Perwakilan dari Team Dody Christanto bersama Hj. Sautik sebagai pemegang Hak Paten Anggrek Gajah Baru dengan sertifikat dari Royal Horticultural Society (RHS) International. (ist) Perbesar

Perwakilan dari Team Dody Christanto bersama Hj. Sautik sebagai pemegang Hak Paten Anggrek Gajah Baru dengan sertifikat dari Royal Horticultural Society (RHS) International. (ist)

BACAMALANG.COM — Indonesia kembali menorehkan prestasi di dunia florikultura dengan lahirnya varietas anggrek hibrida baru bernama “GAJAH BARU”, hasil persilangan dua jenis anggrek berbeda. Diperkenalkan secara resmi pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-33 pada Minggu (31/08/2025), anggrek ini menjadi simbol inovasi dan kecintaan terhadap keanekaragaman hayati Nusantara.

Dengan lebih dari 5.000 spesies anggrek yang tersebar dari Jawa hingga Papua, Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan kekayaan anggrek tertinggi di dunia. Kini, kehadiran GAJAH BARU yang dikembangkan di Jl. Probolinggo No.162, Penarukan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, semakin memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional.

Menurut Hj. Sautik, pemegang hak paten GAJAH BARU, anggrek ini memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap berbagai kondisi rumah, menjadikannya pilihan ideal bagi pecinta tanaman hias. “Anggrek hibrida ini seringkali beradaptasi dengan baik terhadap berbagai kondisi rumah, sementara banyak spesies lain membutuhkan perawatan yang lebih spesifik,” ujarnya.

Prestasi GAJAH BARU tak berhenti di tingkat lokal. Pada 18 Agustus 2025, anggrek ini resmi terdaftar di Royal Horticultural Society (RHS) International yang bermarkas di London, Inggris. Proses pengembangannya memakan waktu 4–5 tahun, mulai dari tahap persilangan hingga sertifikasi internasional.

Keberhasilan ini tak lepas dari kontribusi tim yang dipimpin oleh Mr. Dody Christanto, yang turut membidani lahirnya GAJAH BARU sebagai ikon baru anggrek Indonesia. Informasi lebih lanjut mengenai tim pengembang dapat diakses melalui akun Instagram: @dodychristanto.

GAJAH BARU kini menjadi kebanggaan tidak hanya bagi komunitas lokal di Malang, tetapi juga bagi para pecinta anggrek di berbagai belahan dunia. Sebuah bukti bahwa inovasi berbasis kekayaan alam Indonesia mampu bersaing dan diakui secara global.

Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 99 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Ukir Sejarah, Dirut Tugu Tirta Kota Malang Pimpin PERPAMSI Jatim 2026-2030

14 Mei 2026 - 17:03 WIB

Lewat Vermikompos, UMM Sukses Tekan Sampah Organik Hingga 92 Persen

12 Mei 2026 - 09:55 WIB

Dosen IAI Sunan Kalijogo Malang Motivasi Siswa SMA NU Pakis: Gen Z Harus Berani Speak Up

11 Mei 2026 - 13:16 WIB

Satresnarkoba Polres Batu Gelar Penyuluhan Bahaya Narkoba di Bumiaji, Warga Diajak Perangi Peredaran Gelap

9 Mei 2026 - 17:57 WIB

PJT I Atur Akses Bendungan Lahor, Prioritaskan Keamanan Obvitnas dan Keselamatan Publik

9 Mei 2026 - 09:56 WIB

Kemenaker Apresiasi Program Magang dan Pembinaan SDM di Lapas Kelas I Malang

8 Mei 2026 - 14:33 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !