BACAMALANG.COM – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan keluarga besar PDI Perjuangan menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya Prajurit TNI Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL Praka Farizal Rhomadhon dalam menjalankan tugas negara sebagai pasukan perdamaian UNIFIL di Lebanon.
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Luar Negeri, Ahmad Basarah mengatakan, secara khusus Megawati telah memberikan intruksi kepada jajaran kader partai berlambang banteng kepada almarhum. Tidak hanya itu, PDI Perjuangan mengusulkan kepada pemerintah agar memberikan kenaikan pangkat anumerta, jaminan hari tua, dan masa depan pendidikan anak almarhum.
“Keluarga besar PDI Perjuangan juga akan bergotong royong membantu keluarga korban, termasuk pemberian santunan rumah atau beasiswa bagi anak Praka Farizal yang saat ini baru berusia dua tahun,” kata Basarah, dalam pernyataan yang diterima bacamalang, Selasa (31/3/2026).
Basarah juga menyampaikan, prajurit TNI yang gugur adalah perisai dan perwujudan nyata dari manifestasi amanat Pembukaan UUD 1945 yakni ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Selama hampir tujuh dekade, Kontingen Garuda telah menjadi mahkota diplomasi Indonesia di kancah dunia yang membuktikan bahwa bangsa ini tidak hanya berbicara tentang perdamaian, tetapi juga bersedia berkorban untuk mewujudkannya di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa.
PDI Perjuangan juga menyatakan mengutuk keras setiap tindakan dari pihak manapun yang mengakibatkan jatuhnya korban di kalangan personel perdamaian PBB. Serangan terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap Resolusi DK PBB 1701 dan hukum humaniter internasional.
PDIP juga mendukung penuh upaya UNIFIL dalam membuka investigasi independen dan mendesak agar hasilnya disampaikan secara transparan kepada publik dan Dewan Keamanan PBB.
Partai berlogo banteng itu juga mendorong pemerintah Indonesia untuk mengambil peran kepemimpinan di antara negara-negara pengirim pasukan (Troop Contributing Countries) guna memperkuat rezim perlindungan personel perdamaian PBB, termasuk melalui kajian ulang Rules of Engagement yang lebih protektif.
Basarah menyampaikan PDIP juga mengajak seluruh kekuatan politik nasional untuk bersatu dan bekerja sama dalam menuntut keadilan bagi prajurit yang gugur serta memastikan keselamatan lebih dari 1.200 prajurit Indonesia yang masih bertugas di Lebanon.
“Semoga almarhum Praka Farizal Rhomadhon mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, husnul khatimah, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” tutur Basarah.
Terbaru, selain Praka Farizal, ada dua prajurit TNI yang juga gugur saat menjalankan tugas di Lebanon.
Pewarta : Dhimas Fikri
Editor/Publisher : Rahmat Mashudi Prayoga





















































