BACAMALANG.COM – Kenaikan harga plastik saat ini terjadi dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah dunia dan gangguan produksi plastik global. Fenomena ini juga terjadi di beberapa kota lain di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya, yang membuat para penjual gorengan dan makanan ringan lainnya harus menyesuaikan harga jualannya.
Kenaikan harga plastik yang mencapai 30% dalam beberapa bulan terakhir membuat Mbak Fitri, penjual gorengan di Kepanjen, Kabupaten Malang, terpaksa menaikkan harga gorengan menjadi Rp 1.000 per biji. “Senin depan gorengan ku naik jadi Rp 1000,” kata Fitri, kepada Baca Malang, Kamis (9/4/2026).
Agar pelanggan bisa setia membeli produk merakyat harga ramah kantong ini, Fitri telah menyosialisasikan kenaikan harga ini kepada pelanggannya melalui media sosial, termasuk TikTok. “Sudah, saya live di TikTok juga,” katanya.
Fitri berharap pemerintah dapat turun ke pasar untuk memantau harga pangan langsung dan melakukan kontrol pasar seperti zaman Jokowi dulu. “Berharap pemerintah turun ke pasar untuk cek harga pangan langsung dan ada kontrol pasar seperti jaman Pak Jokowi dulu,” ujarnya.
Fitri juga berharap harga bahan basah seperti cabai dapat turun sehingga ia tidak perlu menaikkan harga gorengan lagi. “Solusinya ya cuma naikin harga, harapannya bahan basah bisa turun, dan omset stabil,” pungkasnya.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































