BACAMALANG.COM– Kebutuhan Ikan Patin di Malang Raya terus meningkat seiring tumbuhnya kuliner dan olahan berbasis ikan air tawar. Ironisnya, pasokan lokal justru belum mampu mengimbangi permintaan pasar. Minimnya penguasaan teknis budidaya, manajemen pakan yang boros, hingga kualitas air kolam yang tak terjaga membuat banyak pembudidaya desa jalan di tempat. Padahal, secara geografis dan sumber daya air, Kabupaten Malang punya potensi besar jadi lumbung patin.
Terkait hal ini, Dinas Perikanan Kabupaten Malang memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk menggelar Bimbingan Teknis Budidaya Ikan Patin. Kegiatan yang digelar baru-baru ini di Balai Pertemuan BBI Desa Sukorejo, Kecamatan Gondanglegi, menyasar dua kelompok pembudidaya: Pokdakan Amina Jaya dan Pokdakan Mina Sejahtera.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang, Victor Sembiring, S.Pt., ME, membuka bimtek menegaskan, bantuan ini harus berdampak ekonomi nyata. Ia menargetkan budidaya Patin naik kelas dari usaha sampingan menjadi lokomotif bisnis desa.
“Dengan adanya bantuan DBHCHT ini harus berhasil sekaligus bisa menjadi peluang bisnis di Kabupaten Malang di sektor budidaya Ikan Patin,” tegas Victor.
Sementara Sekretaris Desa Sukorejo mengapresiasi program tersebut. Ia berharap ilmu dari bimtek bisa menular ke warga lain agar budidaya Patin di Desa Sukorejo makin berkembang.
Untuk membekali peserta menghadapi tantangan lapangan, materi bimtek diberikan lengkap dari hulu ke hilir. Mulai dari persyaratan budidaya, konstruksi kolam, tahapan budidaya ikan Patin, persiapan kolam dan air, penebaran benih, manajemen kualitas air, manajemen pakan yang efisien, hingga skema usaha agar budidaya layak jadi bisnis utama.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































