BACAMALANG.COM – Momentum peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) 2026 menjadi catatan prestasi bagi Kota Malang. Kota yang dikenal sebagai kota pendidikan ini kembali menegaskan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia (SDM) melalui sektor pendidikan.
Pengakuan tersebut ditandai dengan diraihnya penghargaan dalam ajang Sinergi Nusantara untuk Indonesia Emas yang diselenggarakan oleh Metro TV di The Ritz-Carlton Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyatakan penghargaan tersebut merupakan hasil dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui program unggulan.
“Sesuai Dasa Bakti Unggulan kami, yakni Ngalam Pinter, kami terus meningkatkan derajat dan kualitas pendidikan di Kota Malang. Penghargaan ini kami persembahkan untuk seluruh warga,” ujar Wahyu usai menerima penghargaan.
Ia menambahkan, sejumlah program transformasi sosial di bidang pendidikan terus digencarkan, di antaranya pemberian beasiswa dan program seragam sekolah gratis bagi siswa.
“Terkait pendidikan, kami memberikan stimulan bagi siswa, salah satunya melalui seragam gratis. Ini merupakan kebutuhan masyarakat sekaligus upaya memberikan motivasi agar siswa dapat belajar dengan tenang tanpa terbebani,” jelasnya.
Pemkot Malang mencatat lebih dari 31 ribu paket seragam gratis telah disalurkan kepada siswa SD dan SMP. Selain itu, sebanyak 1.000 beasiswa diberikan setiap tahun guna mendorong pemerataan akses pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
Capaian tersebut turut mengantarkan Kota Malang meraih Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Terbaik 2025 kategori Tuntas Madya dengan skor 87,90.
Bagi Pemerintah Kota Malang, penghargaan National Governance Awards 2026 tidak sekadar simbol prestasi, melainkan cerminan dari upaya pembenahan berkelanjutan dalam tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah.
Di bawah kepemimpinan Wahyu Hidayat bersama Wakil Wali Kota Ali Muthohirin, arah pembangunan difokuskan pada lima program percepatan transformasi sosial ekonomi. Program tersebut menitikberatkan pada peningkatan kualitas SDM, penguatan ekonomi kreatif, serta optimalisasi tata kelola kota menuju visi “Malang Mbois dan Berkelas”.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menekankan pentingnya menciptakan iklim kompetitif di daerah melalui evaluasi kinerja, serta penerapan sistem penghargaan dan sanksi. “Kinerja daerah sangat penting dan saling memengaruhi, bahkan berkontribusi terhadap kinerja nasional secara agregat,” ujar Tito dalam sambutannya.
Menurutnya, ajang penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi bagi kepala daerah yang tidak hanya menjalankan otonomi, tetapi juga menghadirkan inovasi dan terobosan nyata bagi masyarakat.
Menanggapi hal itu, Wahyu mengingatkan jajarannya agar tidak berpuas diri atas capaian yang diraih. “Penghargaan ini bukan untuk berbangga, tetapi menjadi pengingat agar kita terus berbenah, berinovasi, dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Ke depan, Kota Malang terus melanjutkan upaya pembangunan SDM unggul, terlebih dengan status sebagai Kota Kreatif Dunia bidang Media Arts dari UNESCO. Pendidikan diharapkan tetap menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi berkualitas dan berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun global.
Pewarta/Editor: Hadi Triswanto




















































