BACAMALANG.COM – Tumpukan skripsi, kebingungan menentukan langkah awal, hingga ketakutan gagal publikasi kerap menjadi momok bagi mahasiswa tingkat akhir. Tak sedikit yang akhirnya mengalami keterlambatan studi akibat kesulitan menyusun karya ilmiah.
Problematika tersebut coba dipecahkan oleh Ayaskara Foundation melalui program unggulannya, Kelas Jurnal. Ayaskara merupakan lembaga pendidikan, pelatihan, penelitian, dan publikasi ilmiah yang berfokus pada pengembangan kapasitas mahasiswa maupun akademisi.
Melalui program ini, Ayaskara membantu mahasiswa menyelesaikan tugas akhir dan publikasi ilmiah secara lebih cepat, sistematis, dan berkualitas.
Hasilnya pun cukup mencuri perhatian. Sebanyak 25 mahasiswa Universitas Al-Qolam Malang yang mengikuti yudisium hari ini berhasil lulus dengan capaian membanggakan. Dari jumlah tersebut, 19 mahasiswa mampu menyelesaikan studi hanya dalam waktu 3,5 tahun. Seluruh peserta juga sukses mempublikasikan tugas akhir mereka di jurnal terindeks SINTA 4 serta meraih predikat cumlaude.
Science and Technology Index (SINTA) sendiri merupakan sistem pemeringkatan jurnal ilmiah milik Kemendikbudristek dengan kategori level 1 hingga 6. SINTA 1 dan 2 umumnya telah terindeks Scopus dan menjadi target publikasi para dosen maupun peneliti senior. Sementara SINTA 3 dan 4 termasuk jurnal nasional terakreditasi menengah dengan proses review yang ketat.
Untuk level tugas akhir strata satu (S1), keberhasilan menembus jurnal SINTA 4 dinilai sebagai capaian yang sangat baik, mengingat banyak perguruan tinggi hanya mensyaratkan publikasi di jurnal nasional atau minimal SINTA 6.
Menariknya, program Kelas Jurnal tersebut hanya berlangsung selama satu bulan. Dalam waktu singkat, para mahasiswa mampu memahami alur penulisan ilmiah, menyusun artikel, hingga lolos proses publikasi.
Capaian ini menunjukkan bahwa hambatan dalam penyusunan skripsi bukan semata karena mahasiswa tidak mampu, melainkan karena belum menemukan metode belajar yang tepat.
Di balik keberhasilan itu, terdapat sosok Syaifudin Zuhri, S.Pd., sebagai penggagas sekaligus fasilitator utama program. Alumni Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Jember (UNEJ) tersebut aktif mengembangkan komunitas literasi dan kepenulisan, serta dikenal sebagai penulis opini di berbagai media nasional.
“Kami ingin membuktikan bahwa skripsi dan publikasi bukan momok, asalkan ada sistem pembelajaran yang jelas dan terarah,” ujar Syaifudin kepada Baca Malang, Sabtu (2/5/2026).
Dalam pelaksanaannya, program ini juga didampingi Abdul Alam Al-Khoiri, S.Pd., sebagai pendamping Kelas Jurnal, serta Dr. Moh. Ahsan Shohifur Rizal, M.Pd., dosen UNESA.
Dengan sistem pembelajaran yang aplikatif dan terstruktur, mahasiswa mendapat panduan yang jelas, langkah kerja sistematis, serta motivasi yang terus dijaga. Hal inilah yang membuat mereka lebih konsisten dalam menyelesaikan tugas akhir yang selama ini dianggap sulit.
Keberhasilan tersebut menegaskan bahwa Kelas Jurnal Ayaskara bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan solusi nyata atas problematika skripsi dan publikasi ilmiah yang selama ini menjadi batu sandungan mahasiswa tingkat akhir.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga


























































