BACAMALANG.COM — Belajar tentang kesehatan tidak selalu harus berlangsung di ruang kelas atau rumah sakit. Di The Bagong Adventure Museum Tubuh, pengetahuan tentang tubuh manusia justru dikemas dalam pengalaman yang interaktif, menyenangkan, dan mudah dipahami oleh anak-anak hingga remaja. Sebagai salah satu wahana edukasi unggulan milik Jawa Timur Park Group, The Bagong Adventure Museum Tubuh atau yang dikenal dengan Museum Tubuh, menghadirkan berbagai program pembelajaran kesehatan.
Salah satunya melalui kegiatan Demo Raga Cendekia, dimana program ini menjadi favorit rombongan sekolah, mulai tingkat PAUD hingga SMA, karena menggabungkan konsep belajar sambil praktik secara langsung.
Salah satu materi yang kini banyak diminati adalah edukasi Rawat Luka. Melalui sesi ini, peserta diajak memahami pentingnya penanganan luka ringan maupun luka terbuka dengan cara yang tepat dan aman sejak dini.
Di ruang edukasi, anak-anak tampak antusias saat diperlihatkan berbagai jenis luka serta cara penanganannya. Mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga mencoba langsung langkah-langkah dasar merawat luka menggunakan peralatan sederhana seperti kasa, perban, hingga pinset steril.
Asisten Manajer Museum Tubuh dan Jatim Park 1, dr. Novita Megawati, menjelaskan bahwa edukasi ini dirancang agar peserta memahami pentingnya menjaga kesehatan diri melalui keterampilan sederhana yang bisa diterapkan sehari-hari.
“Melalui edukasi Rawat Luka ini, kami ingin mengajak peserta memahami pentingnya penanganan luka sejak dini dengan cara yang tepat. Materi dikemas secara interaktif dan mudah dipahami sehingga peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga dapat mempraktikkan langsung prosedur dasar perawatan luka,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).
Menurutnya, pengenalan keterampilan kesehatan dasar sejak usia sekolah penting untuk menumbuhkan kepedulian terhadap diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

Rombongan peserta saat praktik langsung dalam edukasi Rawat Luka melalui program Demo Raga Cendekia di The Bagong Adventure Museum Tubuh Jatim Park 1. (ist)
Dalam sesi ini, peserta dikenalkan pada berbagai jenis luka, mulai dari luka lecet, luka sayat, luka tusuk, luka robek, luka bakar, hingga luka kronis seperti luka diabetes dan luka tekan. Edukator juga menjelaskan risiko infeksi jika luka tidak dirawat dengan benar, sekaligus mengenalkan tanda-tanda luka yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut.
Tak hanya itu, peserta juga belajar tahapan dasar perawatan luka, mulai dari menghentikan pendarahan, membersihkan luka dengan air mengalir, menggunakan kasa steril, hingga mengganti perban secara rutin agar luka tetap bersih dan kering.
Suasana belajar terasa lebih hidup ketika peserta mulai mempraktikkan langsung prosedur tersebut. Dengan pendampingan edukator, mereka belajar bahwa tindakan sederhana seperti mencuci luka dengan benar dapat membantu mencegah infeksi dan mempercepat proses penyembuhan.
dr. Novita Megawati mengaskan, bahwa selain perawatan dari luar, peserta juga diberikan pemahaman bahwa proses penyembuhan dipengaruhi oleh kondisi tubuh secara keseluruhan. Pola makan bergizi, konsumsi protein dan vitamin, serta istirahat yang cukup menjadi bagian penting dalam membantu regenerasi jaringan kulit.
Di tengah momen liburan sekolah maupun kunjungan edukatif, pengalaman seperti ini menjadi cara baru bagi anak-anak untuk belajar memahami tubuh mereka sendiri.
“Melalui program ini, Museum Tubuh tidak hanya menghadirkan wisata edukasi, tetapi juga membangun kesadaran kesehatan sejak dini dengan pendekatan yang menyenangkan dan aplikatif,” tutupnya.
Program edukasi Demo Raga Cendekia dapat diikuti dengan tambahan biaya Rp10.000 dari harga tiket masuk Museum Tubuh, dengan minimal peserta sebanyak 20 orang.
Informasi lebih lanjut mengenai tiket, wahana, serta berbagai promo menarik lainnya dapat diakses melalui website resmi jtp.id serta Instagram resmi @museumtubuh dan @jawatimurpark.
Pewarta/Editor: Nedi Putra AW




















































