BACAMALANG.COM – Pemerintah Kabupaten Malang terus memperkuat edukasi bagi petani guna mengantisipasi dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Sekolah Lapang Dampak Perubahan Iklim yang digelar Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Malang di Kelompok Tani (Poktan) Tani Mulya, Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, baru-baru ini.
Kegiatan ini bertujuan menambah pengetahuan dan wawasan petani dalam pengendalian serta penanggulangan bencana pertanian, khususnya pada sektor tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan. Fokus utama edukasi adalah pemanfaatan informasi iklim untuk menentukan jadwal tanam komoditas cabai agar hasil panen tetap optimal.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Malang, Avicenna M. Saniputera, menegaskan pentingnya sekolah lapang sebagai langkah antisipasi terhadap perubahan cuaca ekstrem.
“Sekolah lapang ini penting untuk menambah wawasan petani dalam pengendalian bencana pertanian, terutama pemanfaatan informasi iklim untuk menentukan jadwal tanam cabai agar produktivitas tetap terjaga,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, para petani dibekali kemampuan membaca informasi iklim untuk menentukan waktu tanam yang tepat. Langkah ini dinilai penting menghadapi potensi musim kemarau lebih kering akibat dampak El Nino yang dapat memicu kekeringan lahan pertanian serta mengganggu ketahanan pangan.
Di Kabupaten Malang sendiri, kemarau panjang akibat El Nino sebelumnya tercatat pernah menekan produksi dan stok cabai. Karena itu, petani diimbau memperhatikan berbagai faktor penting seperti suhu, kelembapan udara, dan intensitas cahaya pada setiap fase pertumbuhan tanaman, mulai dari persemaian hingga masa panen.
Dengan memahami kondisi iklim secara tepat, petani diharapkan mampu menentukan awal tanam secara optimal sehingga risiko gagal panen dapat ditekan.
Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Anung Suprayitno, menjelaskan bahwa BMKG memprakirakan awal musim kemarau 2026 di sebagian besar wilayah Kabupaten Malang terjadi pada April hingga Mei 2026.
“Khusus Kecamatan Ampelgading diprediksi lebih lambat, yakni mulai memasuki musim kemarau pada Juni 2026. Data ini harus menjadi acuan petani dalam mengatur pola tanam,” kata Anung.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































