BACAMALANG.COM – Memasuki musim kemarau 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang meningkatkan kewaspadaan dengan memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan terdapat enam dusun yang masuk kategori rawan kekeringan.
“Enam dusun yang telah dipetakan yakni Sumberkotes Kulon dan Pohkecik di Kecamatan Gedangan, Krajan dan Semampir di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Bandarangin di Kecamatan Pagak, serta Sumbermaron di Kecamatan Kalipare,” ujar Sadono kepada bacamalang.com, Sabtu (9/5/2026).
Langkah pemetaan dilakukan menyusul prediksi BMKG yang menyebut puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli hingga September 2026. BPBD pun mulai menyiagakan personel, peralatan, hingga sarana distribusi air bersih untuk mengantisipasi dampak kekeringan.
Sadono menjelaskan, laporan resmi dari pemerintah desa nantinya akan menjadi dasar penetapan status tanggap darurat agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kabupaten Malang juga telah menyiapkan 50 tandon air untuk membantu kebutuhan masyarakat di wilayah rawan kekeringan saat puncak musim kemarau berlangsung.
BPBD membagi tingkat kekeringan menjadi tiga kategori, yakni kering kritis untuk wilayah dengan jarak lebih dari tiga kilometer dari sumber air, kering langka untuk wilayah berjarak 0,5 hingga tiga kilometer, serta kering langka terbatas untuk wilayah dengan jarak 0,1 hingga 0,5 kilometer dari sumber air.
Wilayah Malang Selatan dengan topografi batuan karst menjadi perhatian utama BPBD. Menurut Sadono, sebagian besar desa rawan kekeringan berada di kawasan karst yang sangat bergantung pada resapan air hujan.
“Ketika kemarau panjang terjadi, resapan air bisa hilang sepenuhnya dan tidak semua desa memiliki sumber mata air,” jelasnya.
Meski kondisi ketersediaan air di wilayah Malang Raya saat ini masih relatif aman, BPBD tetap mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta segera melapor apabila debit air mulai menurun.
Selain itu, masyarakat juga didorong melakukan mitigasi mandiri, seperti menanam pohon dan memanen air hujan guna menjaga cadangan air selama musim kemarau.
Dengan berbagai langkah antisipasi tersebut, BPBD berharap masyarakat di wilayah karst dan daerah rawan lainnya lebih siap menghadapi dampak musim kemarau hingga akhir tahun.
Pewarta : Hadi Triswanto
Editor : Rahmat Mashudi Prayoga




















































