BACAMALANG.COM – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) Malang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Setelah prosesi penyembelihan serta penyaluran daging hewan kurban kepada masyarakat, sivitas akademika UIBU menggelar syukuran dan makan bersama di lingkungan kampus.
Kegiatan yang berlangsung di Kampus C UIBU, Jalan Citandui No. 46, Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang tersebut diikuti dosen, staf, dan mahasiswa dari berbagai latar belakang. Hidangan olahan daging sapi kurban dinikmati bersama dalam suasana kekeluargaan.
Rektor UIBU, Dr Nurcholis Sunuyeko M.Si, turut hadir dan berbaur bersama. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda tahunan, melainkan tradisi untuk mempererat persaudaraan di lingkungan kampus. “Ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga tradisi untuk memperkuat persaudaraan di antara sivitas akademika,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Sam Rektor ini menegaskan bahwa perayaan Idul Adha di UIBU tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan umat Muslim, tetapi juga momentum untuk memperkuat nilai kebersamaan, gotong royong, dan toleransi antarumat beragama.
“Melalui momentum Idul kurban ini, kita semua lintas keyakinan ikut merasakan kebahagiaan bersama. Di UIBU, seluruh elemen kampus membaur tanpa sekat. Inilah implementasi nyata nilai-nilai kebudiutamaan yang selalu kita gaungkan,” katanya.
Suasana kebersamaan tampak terasa ketika mahasiswa lintas agama ikut menikmati hidangan bersama. Momen tersebut dinilai menjadi sarana mempererat hubungan antarmahasiswa sekaligus memperkuat semangat toleransi di lingkungan kampus.

Perayaan Iduladha 1447 Hijriah di Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) Malang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. (ist)
Salah satu mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris asal Flores, Nusa Tenggara Timur, Afretina Alisa, mengaku senang dapat ikut merasakan suasana Iduladha di UIBU. Mahasiswi beragama Katolik itu terkesan dengan kehangatan dan rasa kekeluargaan yang terjalin selama kegiatan berlangsung.
“Saya sangat senang bisa merasakan langsung kebersamaan ini. Semua menu yang disajikan dari hewan kurban rasanya enak, terutama baksonya. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan Emanuel, mahasiswa asal Flores yang juga beragama Katolik. Ia mengaku telah tiga kali mengikuti perayaan Iduladha di kampus tersebut dan menilai pelaksanaan tahun ini lebih tertib dan terorganisasi.
“Di sini kami benar-benar bisa menjalin toleransi tanpa membedakan suku dan agama. Makan bersama seperti ini membuktikan bahwa perbedaan bukan penghalang untuk bersatu,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, UIBU Malang menunjukkan komitmennya dalam merawat nilai-nilai toleransi dan kebersamaan di lingkungan pendidikan tinggi, sekaligus memperkuat semangat persaudaraan di tengah keberagaman. (yog)



























































