BINUS @Malang Dorong Transformasi Limbah Plastik Lewat Program Edu Eco-Furniture Village Bersama Warga Klampok Kasri Kota Malang
BACAMALANG.COM – BINUS University dan BINUS @Malang hadir sebagai institusi pendidikan yang terus memperkuat perannya sebagai agen perubahan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Momentum usia ke-45 tahun perjalanan BINUS University dan satu dekade kehadiran BINUS @Malang menjadi refleksi atas konsistensi BINUS dalam mengimplementasikan visi fostering and empowering society, sekaligus memperluas kontribusi melalui kolaborasi yang inklusif dan berkelanjutan.
Di tengah berbagai tantangan global, khususnya terkait isu lingkungan dan keberlanjutan, peran institusi pendidikan dinilai semakin penting dalam menghadirkan solusi yang relevan dan berdampak. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah limbah plastik yang tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memiliki potensi nilai ekonomi apabila dikelola secara inovatif.
Menjawab tantangan tersebut, BINUS @Malang menghadirkan program BINUS Untuk Negeri (BUN) melalui inisiatif Edu Eco-Furniture Village di Kelurahan Klampok Kasri, Kota Malang. Program ini mengedepankan edukasi, kreativitas, serta pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan limbah plastik.

Deputy Campus Director BINUS @Malang Alvin Chandra, S.Kom., M.M.(paling kiri) saat seremonila Bersama Camat Klojen, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang dan perwakilan warga Kelurahan Klampok Kasri. (Nedi Putra AW)
Deputy Campus Director BINUS @Malang Alvin Chandra, S.Kom., M.M. menyampaikan, kampus itu bukan rumah bagi mahasiswa saja, namun juga rumah bagi masyarakat. Melalui program ini, masyarakat didorong untuk mentransformasi limbah plastik menjadi produk bernilai seperti eco-cycle products dan eco-furniture.
“Hasil dari proses ini diwujudkan dalam karya bertajuk KARUPA (Karya Aksi Rupa Ulang Plastik) sebagai simbol kreativitas dan inovasi berbasis keberlanjutan. Upaya ini tidak hanya berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan, tetapi juga membuka potensi ekonomi baru yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat,” ungkapnya dalam press conference di Koffie Heritage Kayutangan Malang, Sabtu (13/6/2026).
Ia menyebutkan, Kolaborasi menjadi kunci dalam menciptakan solusi yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Alvin berharap program ini mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat, serta diduplkasi kelurahan-kelurahan lainnya di Kota Malang.
Press conference bertajuk “BINUS Untuk Negeri: Transformasi Limbah Plastik menjadi Solusi Berkelanjutan melalui Edu Eco-Furniture Village” ini merupakan bagian dari ajang pameran limbah hasil karya warga Kelurahan Klampok Kasri, Kota Malang dan mahasiswa BINUS @Malang.
Kolaborasi dengan Koffie Heritage Malang (Kopi Tot Tot) sebagai mitra strategis sebagai upaya memperluas dampak, membangun awareness, dan mendekatkan produk ramah lingkungan ini ke generasi muda. Lokasinya yang berada di kawasan ikonik Kayutangan Heritage, juga diharapkan mampu menciptakan ruang interaksi yang hidup bagi komunitas kreatif, pelaku UMKM, dan masyarakat luas di Malang Ray.
Dr. Yoseph Benny Kusuma, S.M., M.SM, Student Development Associate Manager BINUS @Malang menambahkan, keterlibatan mahasiswa dalam program ini juga menjadi bagian penting dari proses pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pengalaman nyata di lapangan.
“Interaksi langsung dengan masyarakat memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami permasalahan sosial secara lebih mendalam sekaligus mengembangkan karakter. Di sini juga terjalin kolaborasi dengan Program Studi Design Interior, sebagai kontribusi penting dalam memastikan bahwa produk yang dihasilkan tidak saja ramah lingkungan, namun juga memiliki nilai desain dan daya saing. Pendekatan ini kami gunakan agar limbah plastik yang diolah menjadi produk yang lebih bernilai dan menarik secara estetika,” paparnya.
Hal ini ditegaskan Kepala Prodi Design Interior BINUS @Malang Ira Audia Agustina, S.T., M.Ds. yang menyampaikan, bahwa pihaknya mendorong mahasiswa dan masyarakat untuk melihat limbah plastik sebagai material yang memiliki potensi desain.
“KARUPA menjadi representasi bagaimana proses kreatif dapat mengubah limbah menjadi karya yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki nilai estetika dan ekonomi,” ujarnya.
Sementara perwakilan warga Klampokasri, yang dihadiri Ketua RW setempat mengaku program ini memberi pengetahuan dan keterampilan baru dalam mengolah limbah plastik.
“Selain membantu menjaga lingkungan, kami juga melihat adanya peluang untuk meningkatkan pendapatan melalui produk yang dihasilkan,” ungkapnya.
Kolaborasi Binus dan warga Kelurahan Gadingkasri, Kecamatan Klojen dengan mengubah limbah plastik menjadi produk Eco-Furniture dan dekorasi rumah bernilai ekonomi tinggi ini juga memberi andil dalam mengurai masalah sampah plastik di Kota Malang yang mencapai 700 hingga 800 ton per hari.
Upaya ini mendapat apresiasi Pelaksana Harian (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang. Ia menyebut inovasi recycle atau daur ulang ini menjadi pelengkap dari program reduce dan reuse telah berjalan di 400 bank sampah Kota Malang.
Senada dengan Alvin Chandra, DLH Kota Malang berencana menularkan teknologi inovasi dari BINUS ini ke 56 kelurahan lainnya di Kota Malang melalui sistem jemput bola dan replikasi di TPS 3R.
Exhibition Eco-Products “KARUPA by Klampok Kasri” ini juga menghadirkan Interactive Eco Market Experience, Local Performance & Live Music, Free Photobooth dan Voucher Kafe.
Pewarta/Editor: Nedi Putra AW





















































