BACAMALANG.COM – Upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana terus dilakukan Pemerintah Kecamatan Poncokusumo bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang. Salah satunya melalui pelatihan dan pembentukan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) yang digelar selama tiga hari di Kantor Kecamatan Poncokusumo.
Sebanyak 30 peserta mengikuti pelatihan tersebut. Mereka berasal dari unsur perangkat desa, tokoh masyarakat, pemuda Karang Taruna, hingga relawan lokal. Selama kegiatan, peserta mendapatkan berbagai materi terkait kebencanaan, mulai dari pemetaan risiko bencana, pemahaman jalur evakuasi, hingga simulasi evakuasi mandiri.
Poncokusumo menjadi salah satu wilayah di Kabupaten Malang yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi terhadap berbagai potensi bencana, seperti tanah longsor, angin kencang, serta dampak aktivitas vulkanik Gunung Semeru. Karena itu, kesiapan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko dan dampak bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, S.Sos., M.Si., mengatakan pembentukan DESTANA bertujuan mengubah paradigma penanganan bencana dari yang semula hanya bersifat responsif menjadi lebih preventif dan mandiri.
“Salah satu upaya nyata meminimalisir risiko bencana di wilayah lereng Gunung Semeru adalah menyiapkan masyarakat yang paham risiko, mengetahui jalur evakuasi, serta mampu bertindak secara mandiri saat bencana terjadi,” ujar Purwoto.
Menurutnya, masyarakat merupakan garda terdepan dalam penanganan bencana. Dengan pemahaman dan keterampilan yang memadai, warga dapat mengambil langkah cepat dan tepat ketika situasi darurat terjadi.
Pelatihan ini merupakan bagian dari program BPBD Kabupaten Malang melalui Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (18/6/2026) tersebut diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sosialisasi, penyampaian materi kebencanaan, serta praktik simulasi lapangan.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































