Bentuk DESTANA, BPBD Kabupaten Malang Perkuat Kesiapsiagaan Warga Lereng Semeru - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 20 Jun 2026 22:19 WIB ·

Bentuk DESTANA, BPBD Kabupaten Malang Perkuat Kesiapsiagaan Warga Lereng Semeru


 Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Purwoto, S.Sos., M.Si, memberi sambutan dan materi dalam pelatihan DESTANA. (ist) Perbesar

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Purwoto, S.Sos., M.Si, memberi sambutan dan materi dalam pelatihan DESTANA. (ist)

BACAMALANG.COM – Upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana terus dilakukan Pemerintah Kecamatan Poncokusumo bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang. Salah satunya melalui pelatihan dan pembentukan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) yang digelar selama tiga hari di Kantor Kecamatan Poncokusumo.

Sebanyak 30 peserta mengikuti pelatihan tersebut. Mereka berasal dari unsur perangkat desa, tokoh masyarakat, pemuda Karang Taruna, hingga relawan lokal. Selama kegiatan, peserta mendapatkan berbagai materi terkait kebencanaan, mulai dari pemetaan risiko bencana, pemahaman jalur evakuasi, hingga simulasi evakuasi mandiri.

Poncokusumo menjadi salah satu wilayah di Kabupaten Malang yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi terhadap berbagai potensi bencana, seperti tanah longsor, angin kencang, serta dampak aktivitas vulkanik Gunung Semeru. Karena itu, kesiapan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko dan dampak bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, S.Sos., M.Si., mengatakan pembentukan DESTANA bertujuan mengubah paradigma penanganan bencana dari yang semula hanya bersifat responsif menjadi lebih preventif dan mandiri.

“Salah satu upaya nyata meminimalisir risiko bencana di wilayah lereng Gunung Semeru adalah menyiapkan masyarakat yang paham risiko, mengetahui jalur evakuasi, serta mampu bertindak secara mandiri saat bencana terjadi,” ujar Purwoto.

Menurutnya, masyarakat merupakan garda terdepan dalam penanganan bencana. Dengan pemahaman dan keterampilan yang memadai, warga dapat mengambil langkah cepat dan tepat ketika situasi darurat terjadi.

Pelatihan ini merupakan bagian dari program BPBD Kabupaten Malang melalui Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (18/6/2026) tersebut diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sosialisasi, penyampaian materi kebencanaan, serta praktik simulasi lapangan.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Dukung Yakuza Maneges, DPRD Minta Kemenag Cabut Izin Pesantren Bermasalah

20 Juni 2026 - 19:49 WIB

Padati Alun-Alun Tugu, Ribuan Massa Serukan Keberlanjutan Program MBG

20 Juni 2026 - 11:07 WIB

Hadirkan Prof. Abdurrouf dan Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin, FSTeM UB Bahas Riset Ilmu Kuantum dan Komunikasi Data di Era Digital

20 Juni 2026 - 10:33 WIB

Gagal Curi Motor Saat Salat Isya, Pelaku Diamuk Massa di Halaman Masjid Jabung

20 Juni 2026 - 08:28 WIB

Maling Gondol Motor di Toko Bahan Kue Candirenggo Singosari Terekam CCTV, Polisi Buru Pelaku

19 Juni 2026 - 20:52 WIB

Jelang Audit BGN dan Libur Sekolah, Operasional SPPG di Kota Malang Dihentikan Sementara

19 Juni 2026 - 18:50 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !