BACAMALANG.COM – Semangat berbagi di bulan Muharram 1448 Hijriah diwujudkan melalui kegiatan Field Trip Muharram Bersama Anak Yatim yang digelar Rumah Sedekah Nahdlatul Ummat (NU), Minggu (5/7/2026). Kegiatan ini mengajak 62 anak yatim dan anak-anak difabel menikmati perjalanan edukatif yang memadukan wisata sejarah, pembelajaran, hingga ziarah ulama.
Kegiatan yang diinisiasi Pengasuh Pondok Pesantren Manbaul Ulum Malang, KH Noor Shodiq Askandar, mengusung tema “Satu Perjalanan, Seribu Doa dan Kebahagiaan”. Sejak pagi hingga siang hari, para peserta diajak mengunjungi sejumlah destinasi di Kota Malang dan Kabupaten Malang, mulai dari Balai Kota Malang, Kantor Pemadam Kebakaran Kota Malang, kawasan heritage Kayutangan, hingga makam para ulama di Singosari.
Selain menjadi ajang rekreasi, field trip tersebut dirancang untuk menambah wawasan anak-anak tentang sejarah Kota Malang, memberikan edukasi mengenai pencegahan kebakaran, sekaligus menanamkan nilai kepedulian sosial, karakter, dan spiritual.
KH Noor Shodiq Askandar atau yang akrab disapa Gus Shodiq mengatakan, kunjungan ke Balai Kota Malang diharapkan mampu membangkitkan mimpi besar anak-anak.
“Foto bersama di ruang wali kota ini semoga menjadi penyemangat agar mereka memiliki cita-cita menjadi pemimpin, bahkan menjadi gubernur atau presiden. Kami ingin memberikan kepercayaan bahwa semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih impiannya,” ujarnya.
Menurut Gus Shodiq, kegiatan tersebut terlaksana berkat kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kota Malang, perbankan, pelaku usaha, hingga para mitra Rumah Sedekah NU.
“Kami mengumpulkan kekuatan dari masyarakat agar bisa berbagi bersama. Terima kasih kepada Wali Kota Malang dan seluruh mitra yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan ini bisa terlaksana,” katanya.

Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, menyambut langsung rombongan peserta di Balai Kota Malang. (yog)
Sementara itu, Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, menyambut langsung rombongan peserta di Balai Kota Malang. Ia memperkenalkan sejarah gedung peninggalan Belanda yang kini menjadi pusat pemerintahan Kota Malang sekaligus menjelaskan tugas dan tanggung jawab seorang kepala daerah.
Menurutnya, ruang kerja wali kota kerap menjadi perhatian para tamu yang ingin mengabadikan momen, namun di balik itu terdapat tanggung jawab besar untuk melayani masyarakat.
“Saya sering bekerja hingga larut malam karena banyak hal yang harus diselesaikan demi masyarakat Kota Malang,” ungkapnya.
Wahyu Hidayat juga menyampaikan bahwa Balai Kota Malang terbuka bagi masyarakat untuk dikunjungi sebagai bagian dari pembelajaran sejarah, meski ruang kerja wali kota hanya dapat dimasuki pada kesempatan tertentu.
Ia mengaku bangga dapat berbagi pengalaman dengan para peserta dan berharap kunjungan tersebut menjadi kenangan berharga yang memotivasi mereka untuk terus belajar.
“Teruslah belajar, berusaha, dan berdoa. Jangan pernah berhenti memiliki cita-cita besar. Semoga pengalaman hari ini menjadi penyemangat untuk menatap masa depan dengan penuh optimisme. Jadilah generasi yang berilmu, berakhlak mulia, percaya diri, serta mampu memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama,” pesannya.
Kegiatan Field Trip Muharram ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial yang menggabungkan edukasi, wisata sejarah, dan nilai-nilai religius. Diharapkan pengalaman tersebut tidak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi para peserta, tetapi juga menumbuhkan rasa syukur, semangat belajar, dan keyakinan bahwa mereka memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































