BACAMALANG.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat sebanyak 232 kejadian bencana dan nonbencana sepanjang semester pertama tahun 2026, mulai 1 Januari hingga 30 Juni 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, S.Sos., M.Si., menjelaskan, jumlah tersebut meliputi 124 kejadian bencana alam, 6 bencana nonalam, 28 kejadian pohon tumbang, serta 74 aktivitas gempa bumi yang tidak menimbulkan dampak di wilayah Kabupaten Malang.
“Data ini merupakan hasil verifikasi lapangan dan laporan yang diterima BPBD Kabupaten Malang. Jumlahnya masih dapat berubah seiring proses pemutakhiran data,” ujar Purwoto.
Dari seluruh kejadian, tanah longsor menjadi bencana yang paling banyak terjadi dengan 71 peristiwa. Selanjutnya cuaca ekstrem sebanyak 42 kejadian, pohon tumbang 28 kejadian, banjir atau genangan 9 kejadian, kegagalan konstruksi 5 kejadian, gempa bumi berdampak 2 kejadian, serta 1 kejadian kecelakaan atau musibah.
Dampak bencana tersebut cukup besar. BPBD mencatat tiga orang meninggal dunia, tujuh orang mengalami luka-luka, serta 671 jiwa terdampak.
Kerusakan juga terjadi pada berbagai bangunan dan infrastruktur. Sebanyak 108 bangunan terendam banjir, 223 bangunan mengalami rusak ringan, lima bangunan rusak sedang, dan satu bangunan rusak berat.
Sementara itu, terdapat 14 infrastruktur rusak ringan dan satu infrastruktur rusak sedang. Di sektor pendidikan, tiga fasilitas pendidikan mengalami kerusakan ringan. Sedangkan fasilitas umum yang terdampak mencapai 10 unit, meliputi musala, pertokoan, fasilitas kesehatan, hingga gudang.
Kerusakan lingkungan turut tercatat, yakni seluas 15.264 hektare lahan terdampak, 55 pohon tumbang, serta 25.000 ekor ayam terdampak akibat berbagai kejadian bencana.
Berdasarkan data bulanan, Januari menjadi periode dengan jumlah kejadian tertinggi, yakni 57 kasus. Disusul April sebanyak 43 kejadian, Februari 42 kejadian, Maret 40 kejadian, sedangkan Mei dan Juni masing-masing mencatat 21 kejadian.
BPBD Kabupaten Malang mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya di daerah rawan longsor dan banjir. Masyarakat juga dapat melaporkan kejadian kebencanaan melalui media sosial @bpbd_malangkab maupun situs resmi BPBD Kabupaten Malang.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































