Anggota DPRD Soroti Aset Rp1,5 Miliar Mangkrak dan Gerobak Bantuan UMKM Berkarat di Kanjuruhan - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 5 Jul 2026 09:11 WIB ·

Anggota DPRD Soroti Aset Rp1,5 Miliar Mangkrak dan Gerobak Bantuan UMKM Berkarat di Kanjuruhan


 Anggota DPRD Kabupaten Malang Komisi IV Fraksi PDI Perjuangan, Zulham Akhmad Mubarrok, saat melakukan peninjauan ke lokasi. (ist) Perbesar

Anggota DPRD Kabupaten Malang Komisi IV Fraksi PDI Perjuangan, Zulham Akhmad Mubarrok, saat melakukan peninjauan ke lokasi. (ist)

BACAMALANG.COM — Aset milik pemerintah daerah senilai miliaran rupiah di kawasan Kolam Renang Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, terbengkalai dan tidak terawat. Selain itu, puluhan gerobak bantuan UMKM dari pemerintah pusat juga ditemukan menumpuk tanpa disalurkan.

Hal itu disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Malang Komisi IV Fraksi PDI Perjuangan, Zulham Akhmad Mubarrok, usai melakukan peninjauan langsung ke lokasi, Sabtu (4/7/2026).

Zulham menyoroti kondisi Kolam Loncat Indah yang merupakan satu-satunya di Jawa Timur. Kolam tersebut dibangun menggunakan anggaran APBD hampir Rp1,5 miliar, namun sejak dibangun tidak pernah digunakan.

Ia menyebutkan kondisi kolam saat ini berlumut, penuh sampah, dan papan loncatnya berkarat.

Padahal, menurutnya, jika direvitalisasi venue ini berpotensi menarik event tingkat nasional hingga pemusatan latihan nasional ke Kabupaten Malang.

Selain kolam, Zulham juga menemukan puluhan gerobak bantuan UMKM dari pusat yang teronggok di area yang sama. Gerobak tersebut tidak pernah disalurkan kepada pelaku usaha yang berhak. Sebagian besar kondisinya sudah rusak dan tidak layak pakai.

Ia menilai bantuan yang seharusnya menggerakkan ekonomi rakyat kecil justru berubah menjadi besi tua di gudang.

“Ini bukan cuma soal aset yang terbengkalai. Ini soal APBD rakyat yang dibiarkan sia-sia, dan hak pelaku UMKM yang dikorbankan,” ujarnya kepada Bacamalang.

Zulham memastikan akan membawa temuan ini ke rapat dengar pendapat dan meminta pertanggungjawaban dinas terkait.

Ia juga menegaskan Kabupaten Malang butuh pemimpin yang mau turun ke lapangan, bukan hanya membaca laporan di meja.

Pewarta : Hadi Triswanto
Editor : Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

FSTeM UB Buka Ruang Kritik Publik, Siapkan Layanan Digital Tanpa Antre

4 Juli 2026 - 20:43 WIB

Polresta Malang Kota Bongkar Sindikat Narkoba, Sita 2 Kg Sabu, 500 Ekstasi dan 290 Ribu Pil Dobel L

4 Juli 2026 - 17:10 WIB

Sambut Dies Natalis ke-19, Universitas Ma Chung Usung Semangat “Fostering Transformative Convergence”

4 Juli 2026 - 13:19 WIB

Disiram Air Bunga Usai Naik Pangkat, 74 Personel Polres Malang Diingatkan Tingkatkan Pengabdian

4 Juli 2026 - 12:37 WIB

Semester I 2026, BPBD Kabupaten Malang Tangani 232 Kejadian Bencana, Longsor Paling Dominan

4 Juli 2026 - 10:55 WIB

Jasad Bayi Laki-laki Ditemukan Mengapung di Irigasi Bululawang, Polisi Selidiki Pelaku Pembuangan

4 Juli 2026 - 08:53 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !