BACAMALANG.COM – Universitas Ma Chung terus memperkuat komitmennya sebagai perguruan tinggi berwawasan internasional melalui berbagai program yang mendukung visi global. Menyambut Dies Natalis ke-19 yang jatuh pada 7 Juli 2026, kampus ini mengusung tema “Fostering Transformative Convergence” sebagai semangat untuk memperkuat kolaborasi dan transformasi di berbagai bidang.
Semangat tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan pendidikan trilingual, pengembangan kemitraan internasional, serta proses pembelajaran yang mengedepankan keberagaman budaya. Di tengah dunia yang semakin terhubung, kemampuan memahami, menghargai, dan berkolaborasi dengan berbagai budaya dinilai menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki setiap lulusan perguruan tinggi.
Hal itu disampaikan Rektor Universitas Ma Chung, Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra M. Taneo, M.S., M.Sc., saat Media Gathering di Hotel Savana Malang, Jumat (3/7/2026).
Menurut Prof. Yufra, kolaborasi hexahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, komunitas, dan media menjadi kunci dalam mewujudkan semangat Fostering Transformative Convergence. Karena itu, Universitas Ma Chung membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya, termasuk dengan insan media.
“Peran media kami buka seluas-luasnya. Memasuki fase berikutnya, menjelang usia ke-20 nanti, kami ingin Universitas Ma Chung menjadi trendsetter, yakni perguruan tinggi yang tidak hanya menjadi teladan dalam pendidikan, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi dan memberikan pengaruh positif bagi masyarakat serta lingkungan sekitarnya,” ungkapnya.
Prof. Yufra menjelaskan, saat ini Universitas Ma Chung memfokuskan pengembangannya pada tiga aspek utama. Pertama, membangun dan menjaga kepercayaan masyarakat melalui penguatan integritas, pendidikan karakter, pengembangan soft skills, serta peningkatan kualitas karier dan kekayaan intelektual sivitas akademika. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadikan Universitas Ma Chung sebagai pilihan generasi muda untuk menempuh pendidikan tinggi.

Rektor Universitas Ma Chung, Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra M. Taneo, M.S., M.Sc. (bawah-tengah), bersama sivitas akademika saat Media Gathering di Hotel Savana Malang, Jumat (3/7/2026). (Nedi Putra AW)
“Menjaga kualitas dan integritas menjadi faktor utama dalam menentukan daya saing perguruan tinggi swasta di tengah persaingan penerimaan mahasiswa yang semakin ketat,” tegasnya.
Aspek kedua, lanjutnya, adalah memperkuat keunggulan akademik melalui peningkatan mutu dan akreditasi. Hingga saat ini, kampus yang berlokasi di kawasan Villa Puncak Tidar ini telah memiliki 12 program studi berakreditasi Unggul, sebagai bukti komitmen dalam menjaga kualitas pendidikan.
Sementara aspek ketiga adalah mewujudkan kemandirian finansial. Sebagai perguruan tinggi swasta, Universitas Ma Chung sejak awal telah menerapkan prinsip efisiensi dalam pengelolaan institusi sehingga mampu mendukung operasional kampus secara berkelanjutan.
“Kami bertekad menjadi perguruan tinggi yang mandiri secara finansial. Sejak awal berdiri, kami telah menerapkan prinsip efisiensi agar mampu menopang operasional sehari-hari secara berkelanjutan,” tandas Prof. Yufra.
Pewarta/Editor: Nedi Putra AW





















































