Ada Sembilan Terlapor Perkara Pornografi di Grup WA Diskominfo Pemkot Batu

Foto: Dyah Arum Sari, SS, MPd, C.ST, MI, didampingi kuasa hukumnya Suwito, SH. (Eko)

BACAMALANG.COM – Pelapor perkara “parade” stiker porno di grup WhatsApp (WA) “Media Pers Batu 2021”, Dyah Arum Sari, SS, MPd, C.ST, MI, memenuhi panggilan penyidik, Sabtu (30/01/2020).

Panggilan dari Polres Kota Batu itu tertuang dalam Nomor Surat Perintah Penyelidikan SP. Lidik/46/Res.1.24./2021/Reskrim, 28 Januari 2021.

Dyah, sapaan akrab Pelapor, memenuhi panggilan didampingi kuasa hukumnya, Suwito, SH dan Bahrul Ulum, SH. Mereka tiba di Mapolres Kota Batu pukul 09.30 WIB.

“Hari ini saya bersama kuasa hukum, memenuhi panggilan pihak kepolisian untuk memberikan keterangan dan penyerahan barang bukti,” ujar Dyah kepada awak media.

Barang bukti yang diserahkan, antara lain berupa puluhan stiker, gambar, foto, ilustrasi porno, stiker mirip Yesus serta stiker tokoh agama yang telah “tayang” di grup WA “plat merah” tersebut.

“Puluhan stiker itu visualnya berupa gambar perempuan dan laki-laki dengan menonjolkan sensualitas, mempertontonkan organ intim dan ilustrasi porno. Ada juga stiker mirip Yesus dan tokoh agama,” kata Pelapor yang juga Ketua DPP HMPI itu.

Sekitar tiga jam Pelapor berada di ruangan Unit Tipidter, Satreskrim Polres Kota Batu. Ia mengaku tenang menghadapi puluhan pertanyaan yang dilontarkan oleh Penyelidik Unit Tipidter, Aipda Herwanto.

“Alhamdulillah lancar. Ada 29 pertanyaan dari penyelidik yang mampu saya jawab dengan tenang, detail, jelas dan runtut,” tuturnya dalam nada tegas.

Ditanya soal siapa saja Terlapor dalam perkara tersebut, Dyah enggan menyampaikannya kepada awak media. Ia hanya menyebutkan jumlah Terlapor dalam perkara tindak pidana yang diatur di UU ITE tentang pornografi dan penistaan agama tersebut ada sembilan orang.

“Untuk nama-nama Terlapor, mohon maaf tidak bisa saya sebutkan. Hal yang pasti, jumlah Terlapor ada sembilan orang,” ujar aktivis perempuan dan anak itu.

Kuasa Hukum Pelapor, Suwito, SH menyatakan mengapresiasi langkah Polres Kota Batu yang telah melanjutkan laporan perkara pornografi dan dugaan penistaan agama di grup WA milik Diskominfo Pemkot Batu tersebut.

“Barang bukti sudah kami serahkan. Kami siap untuk tahapan selanjutnya, yakni pemanggilan saksi-saksi,” pungkasnya. (Eko)