BACAMALANG.COM – Pelanggan Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang diminta tidak panik apabila aliran air di rumah mengalami penurunan tekanan hingga terhenti sementara. Gangguan tersebut berpotensi terjadi seiring pemeliharaan terjadwal terhadap 13 titik Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Untuk menjaga kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi, Tugu Tirta menyiagakan layanan tangki air gratis di wilayah terdampak. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mitigasi agar aktivitas warga tidak terlalu terganggu selama proses pemeliharaan berlangsung.
Pemeliharaan dilakukan sebagai langkah preventif untuk menjaga keandalan layanan dalam jangka panjang. Pasalnya, pompa di 13 titik SPAM tersebut telah beroperasi lebih dari 10 tahun sehingga memerlukan peremajaan secara terencana guna mengantisipasi kerusakan mendadak.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang, Priyo Sudibyo, S.E., S.Sos., M.M., menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen mendampingi pelanggan selama pekerjaan berlangsung.
“Kami memilih melakukan maintenance preventif sebelum terjadi kerusakan. Dengan jadwal yang terencana, masyarakat memiliki waktu untuk mempersiapkan kebutuhan airnya. Kami juga menyiapkan berbagai langkah pendampingan agar dampak pekerjaan dapat diminimalkan. Prinsip kami, pantang pulang sebelum pelanggan tenang,” tegas Priyo.
Proses Pemeliharaan Membutuhkan Waktu Sekitar 29 Jam
Priyo menjelaskan, pengerjaan di setiap titik SPAM membutuhkan waktu sekitar 29 jam. Tahapannya meliputi pengangkatan pompa lama, stabilisasi sumur dalam, perawatan sumur, pemasangan pompa baru hingga pengujian operasional.
Rangkaian pekerjaan dimulai dengan pengangkatan pompa pada pukul 16.00–23.00 WIB. Selanjutnya, sumur dalam menjalani masa stabilisasi hingga pukul 09.00 WIB pada hari berikutnya.
Pekerjaan kemudian dilanjutkan dengan perawatan dan pemeriksaan lubang sumur (borehole) pada pukul 09.00–10.00 WIB, pemasangan pompa baru pukul 10.00–15.00 WIB, serta uji coba pengoperasian pada pukul 15.00–21.00 WIB.
Meski pompa telah kembali beroperasi, aliran air ke pelanggan tidak serta-merta langsung normal. Jaringan pipa yang sempat kosong perlu menjalani proses flushing untuk membuang udara yang terjebak di dalam jaringan.
Proses pengisian air hingga mencapai ujung jaringan diperkirakan membutuhkan waktu sedikitnya lima jam. Akibatnya, pelanggan yang tinggal di wilayah lebih jauh atau berada di dataran tinggi berpotensi menerima aliran normal lebih lambat.
Sumur Tidar 1 Jadi Lokasi Pengerjaan Perdana
Pemeliharaan perdana dijadwalkan berlangsung di Sumur Tidar 1, Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, pada Kamis, 5 November 2026, pukul 16.00 WIB hingga Jumat, 6 November 2026.
Normalisasi aliran air ditargetkan selesai pada pukul 21.00 WIB.
Sejumlah kawasan berpotensi mengalami gangguan selama proses tersebut, meliputi Candi, Ranakah, Bukit Tanggul, Kwoka, Telaga Bodas, Puncak Trikora, Puncak Himawan, Esberg, Puncak Tidar, Terminal, Gunung Agung, Salahutu, Gamalama, Kalingkang, Latimojong, Sihabu-habu, Malenggang, Sekicau, Juwet Barat, Puncak Mandala, Kendang, Ratah Tiga, Lokon, Raya Tidar, Tidar, Tinombala, Kaluta, Meratus, Tambora, Kalbat, Jaya Giri, Kinabalu, Lompo Batang, Malino, Mandala Wangi, Taman Agung, Soputan, Bukit Barisan, Dieng, Sanggabuana, Burangrang, Gading, Halimun, Arak-arak, Galunggung, Pisang Candi, Rajabasa, Singgalang, Sibayak, Sinabung, Leuser, Klampok Kasri, Bondowoso, dan Kasri.
Warga Diimbau Menampung Air Sebelum Pengerjaan
Untuk mengantisipasi kebutuhan air selama pemeliharaan, Tugu Tirta mengimbau pelanggan di wilayah terdampak agar menampung air secukupnya sebelum pukul 16.00 WIB pada 5 November 2026.
Apabila persediaan air habis, masyarakat dapat memanfaatkan layanan tangki air gratis dengan menghubungi WhatsApp 0811-3550-800. Estimasi pengiriman sekitar satu jam, dengan waktu kedatangan menyesuaikan antrean permintaan.
Sementara itu, informasi dan pengaduan pelanggan dapat disampaikan melalui TANIA (Tugu Tirta Asisten Informasi dan Aduan) di WhatsApp 0811-7550-800. Pelanggan juga dapat memantau perkembangan informasi melalui aplikasi Tugu Tirta Connect (TTC) dan akun Instagram resmi @perumdatugutirta.
Tugu Tirta menyiapkan lima langkah mitigasi untuk meminimalkan dampak pemeliharaan, yakni Sapa Warga, pembentukan grup komunikasi bersama ketua RW, rekayasa jaringan, pelaksanaan pekerjaan tepat waktu, serta penyediaan tangki air gratis yang siaga di wilayah terdampak.
Melalui langkah tersebut, perusahaan berharap proses peremajaan infrastruktur dapat berjalan optimal tanpa mengabaikan kebutuhan dasar masyarakat akan air bersih.
Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Imam Muchlis




















































