BACAMALANG.COM – Bantuan pemulihan mulai mengalir bagi warga terdampak tanah longsor di Desa Tlogosari, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Malang mengalokasikan Rp70 juta untuk membantu memperbaiki delapan rumah warga yang rusak akibat bencana tersebut.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Ketua Baznas Kabupaten Malang, Khoirul Hafidz Fanani, pada Rabu (4/11/2026). Dari total bantuan tersebut, tiga rumah dengan kategori rusak berat masing-masing menerima Rp15 juta. Sementara lima rumah yang mengalami kerusakan ringan mendapatkan bantuan sebesar Rp5 juta per rumah.
Khoirul Hafidz Fanani menjelaskan, besaran bantuan ditetapkan berdasarkan hasil verifikasi langsung di lapangan dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan bangunan.
“Penentuannya setelah kami melakukan verifikasi lapangan. Saat hanya dapur saja yang terkena longsor, bantuan yang kami berikan Rp5 juta. Berbeda dengan seluruh rumah hancur, bantuannya bisa mencapai Rp15 juta,” jelas Hafidz, Kamis (5/11/2026).
Ia menambahkan, bantuan tersebut diperuntukkan khusus untuk pembelian material bangunan. Adapun proses perbaikan rumah dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan warga setempat.
Tak hanya membantu pemulihan tempat tinggal, Baznas juga menyalurkan puluhan paket sembako bagi masyarakat terdampak. Bantuan kebutuhan pokok tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga selama proses pemulihan pascabencana.
Warga Mengungsi karena Khawatir Longsor Susulan
Di balik upaya pemulihan tersebut, kekhawatiran masih menyelimuti warga di sejumlah titik terdampak longsor di Kabupaten Malang. Bencana tanah longsor dan banjir luapan yang terjadi pada Senin (2/11/2026) menyebabkan kerusakan di beberapa wilayah, antara lain Kecamatan Ampelgading, Bantur, Dampit, Turen, dan Tirtoyudo.
Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Malang, dampak longsor di Kecamatan Tirtoyudo di antaranya terjadi di Dusun Krajan, tepatnya di wilayah RT 8 dan RT 10 RW 2. Material longsor menutup sebagian badan jalan sehingga mengganggu akses warga.
Longsor juga terjadi pada tebing di sekitar halaman sembilan rumah warga di Dusun Sukomulyo, Desa Tirtoyudo. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat, terutama mereka yang rumahnya berada di bawah tebing rawan longsor.
Camat Tirtoyudo, Nita Dwi Praseyaningtyas, mengatakan sejumlah warga masih memilih mengungsi ke rumah saudara maupun kerabat karena khawatir terjadi longsor susulan.
Menurutnya, keselamatan warga menjadi prioritas selama kondisi lingkungan belum dipastikan benar-benar aman. Karena itu, masyarakat terdampak diimbau untuk sementara waktu menempati lokasi yang lebih aman sembari menunggu perkembangan situasi.
Di sisi lain, warga bersama pihak terkait tetap melakukan kerja bakti untuk membersihkan rumah dan lingkungan yang terdampak material longsor.
Kerusakan Jalan dan Rumah Masih Didata
Penanganan dampak bencana juga dilakukan terhadap infrastruktur yang mengalami kerusakan. Nita menyebutkan, jalan berstatus K1 yang terdampak longsor telah disurvei oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang.
Sementara itu, bantuan darurat bagi warga terdampak telah disalurkan melalui sejumlah pihak, di antaranya Baznas, Palang Merah Indonesia (PMI), dan BPBD Kabupaten Malang.
Untuk perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan, pemerintah daerah juga menyiapkan upaya koordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Timur. Saat ini, proses survei dan verifikasi masih berlangsung guna memastikan kondisi serta kebutuhan penanganan di lapangan.
Di tengah upaya pemulihan yang berjalan, warga berharap penanganan kerusakan rumah dan infrastruktur dapat segera dituntaskan. Namun, bagi masyarakat yang tinggal di sekitar tebing, rasa aman tetap menjadi kebutuhan utama sebelum mereka berani kembali menempati rumah masing-masing.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































