BACAMALANG.COM – Batik pelajar Garudeya akhirnya dilaunching pada acara halal bihalal keluarga besar Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Kabupaten Malang di Hall Bojana Puri, Kepanjen, Senin (29/4/2024).
Dalam kesempatan ini, Bupati Malang HM. Sanusi, mendukung penggunaan seragam batik bermotif Garudeya bagi pelajar SMP Swasta se-Kabupaten Malang. Keputusan ini didasari oleh nilai filosofis yang sangat baik serta nilai sejarah yang tinggi yang terkandung dalam Batik Garudeya.
lanjut dia, batik Garudeya telah menjadi ikon Kabupaten Malang dan memiliki sertifikasi HaKI (Hak atas Kekayaan Intelektual). Filosofi yang terkandung dalam batik ini mengajarkan tentang ketaatan anak kepada orang tua.
Ia pun menjelaskan pentingnya menanamkan cinta terhadap batik Garudeya dan menggunakannya sebagai seragam bagi siswa-siswa SMP Swasta di Kabupaten Malang.
“Selain sebagai kekayaan budaya dan karya seni batik, Garudeya juga mengajarkan nilai-nilai ketaatan kepada orang tua, yang merupakan ajaran Islam. Allah SWT akan meridai kita jika kita berbakti kepada orang tua,” ungkap Sanusi.
Peluncuran batik Garudeya yang dihadiri 256 Kepala SMP Swasta se-Kabupaten Malang ini ditandai dengan pemukulan gong. Bupati Malang kemudian menyerahkan salinan Sertifikat HaKI Batik Garudeya kepada Hj Anis Zaida, Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Malang.
Dalam momen yang berkesan ini, Hj Anis Zaida secara simbolis menyerahkan kain batik Garudeya kepada dua perwakilan siswa dari SMP 3 Muhamadiah. Selain itu, Bupati Malang juga memberikan kain batik Garudeya kepada setidaknya 256 Kepala SMP Swasta di Kabupaten Malang.
Manan Supriadi, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMP swasta Kabupaten Malang, menambahkan bahwa tujuan peluncuran Batik Garudeya adalah untuk menjadikannya sebagai ikon Kabupaten Malang. Ikon ini bertujuan memberikan pemahaman kepada anak-anak agar mencintai produk lokal, terutama yang berasal dari kabupaten Malang.
“Hak cipta Batik Garudeya akan diwajibkan oleh Hj Anis Zaidah, terutama bagi siswa SMP swasta se-Kabupaten Malang,” ungkapnya.
Batik Garudeya ini memiliki hak cipta yang dimiliki oleh istri Bupati Malang. Batik ini akan digunakan oleh 256 lembaga SMP swasta di Kabupaten Malang, dengan total jumlah siswa mencapai 45.000 orang. Penggunaan Batik Garudeya akan dilakukan setiap Kamis.
Dengan peluncuran Batik Garudeya, diharapkan siswa-siswi dapat mencintai produk dalam negeri dan termotivasi untuk berkarya serta membuat seni batik. “Semoga ini menjadi langkah positif dalam memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada generasi muda!,” terangnya.
Pewarta : Mulyono
Editor : Rahmat Mashudi Prayoga




















































