BACAMALANG.COM – Bagi umat muslim, lebih banyak beribadah dan bersedekah menjadi salah satu keutamaan di Hari Jumat, yang diwujudkan dalam bentuk berbagi dengan Jumat Berkah.
Warga mencoba berbagi dan peduli kepada sesama manusia, dengan donasi melalui masjid dengan menyediakan makanan atau jajanan gratis usai Salat Jumat dilaksanakan, atau dengan menggelar baksos.
Namun bagaimana dengan program berbagi, khususnya makan gratis ini, di hari-hari selain Jumat?
Adalah Firman Abadi, warga Tasikmadu Kota Malang yang mencoba berbagi dan peduli lewat program sarapan gratis pada hari selain Jumat.
Mengusung nama Warung Makan Gratis Az Zahra, Firman dan istrinya menyediakan makan atau sarapan dengan berkeliling secara gratis dengan mobil sebagai transportasi sekaligus dapurnya.
“Program ini dasarnya memang murni hanya ingin berbagi agar berkah, sesuai tagline kami yakni ”Siapapun boleh datang, siapapun boleh makan & minum disini, dan siapapun boleh support”,” ujarnya kepada BacaMalang.com di tengah kesibukan menyediakan sarapan bagi masyarakat yang melintas di Jalan Jakarta, tepatnya di halaman parkir Masjid Baitut Taqwa, Bea Cukai, Kota Malang, Rabu (13/11/2024).

Pengelola Warung Makan Gratis Az Zahra, Firman Abadi (berdiri, memakai topi), mengawasi program berbagi di Warung Makan Gratis Az Zahra yang mangkal di Jalan Jakarta, tepatnya di halaman parkir Masjid Baitut Taqwa, Bea Cukai, Kota Malang, Rabu (13/11/2024). (Nedi Putra AW)
Firman mengisahkan, awalnya kegiatan ini baru digarap pada bulan Agustus tahun 2023 lalu.
Ia mencoba untuk istikomah dalam menjalankannya, namun karena satu dan lain hal program tersebut sempat terhenti atau vakum cukup lama.
“Alhamdulillah, tahun ini kami sudah bisa bergerak lagi,” tukasnya.
Dijelaskan Firman, warung makan gratis keliling ini sementara masih beroperasi dua atau tiga minggu sekali, yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB.
Ia sengaja mengambil hari Selasa, Rabu, Sabtu dan Minggu. Alasannya, pada hari Jumat sudah banyak yang menyediakan makan gratis, sementara untuk Senin dan Kamis ia menghormati yang berpuasa sunnah, sehingga diambillah hari-hari selain 3 hari itu.
Sesuai namanya, warung ini tidak menetap permanen di satu tempat. Firman berusaha mencari tempat-tempat yang ramai dilintasi orang, seperti Jalan Ijen dan sekitarnya atau ‘mangkal’ di instansi tertentu.
“Salah satunya di kantor BAPAS, di Jalan Barito, misalnya,” imbuh pria yang juga berbisnis persewaan alat pesta ini.

Para ibu menyiapkan makanan di ‘dapur’ bagasi mobil. (Nedi Putra AW)
Firman bersama timnya menyediakan sedikitnya 150 porsi sarapan atau makan gratis dengan menu yang berbeda setiap melayani masyarakat.
Oleh karena itu ia sangat berharap makanan yang ia siapkan dapat segera habis.
“Agar tidak mubadzir, meskipun dalam kadang-kadang satu tempat dengan tempat lainnya berbeda-beda durasi habisnya. Maka dari itu tim kami, yang kadang-kadang dibantu berbagai pihak, sangat bersemangat. Ada bagian menyiapkan porsi makanan, ada yang menyiapkan bangku serta ada pula yang rela berdiri di pinggir jalan sambil menawarkan sarapan gratis kepada pengendara atau siapapun warga yang lewat,” ucapnya.
Meski demikian Firman mengaku banyak mendapat pelajaran dari berbagi makan gratis ini, yakni tidak mudah meyakinkan orang dalam berbuat kebaikan.
Ia menilai banyak orang yang masih ragu untuk mampir dan makan di warung mobilenya.
“Tapi saya rasa wajar sih, mereka mungkin segan mampir karena khawatir program ini terafiliasi gerakan atau parpol tertentu. Padahal ini murni berbagi dan gratis dari kami, sesuai seperti di banner yang kami pasang,” ucap alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya ini.
Selain itu, Firman juga berharap Warung Makan Gratis AzZahra ini dapat lebih istikomah dalam menjalankan programnya.
“Kalau memungkinkan diadakan seminggu sekali agar bisa lebih berkah,” tutupnya.
Warung Makan Gratis Keliling Az Zahra juga menjadi jujugan para driver ojol yang melintas.
Seperti diungkapkan Fitri, salah satu driver ojol yang mampir dan menikamti sarapan gratis pagi itu dengan menu nasi plus ayam suwar-suwir pedas serta sayur tahu tempe dan kerupuk.
“Lumayan bisa sarapan gratis, apalagi sampai jam segini saya baru dapat 1 order,” tandas wanita asal Kota Batu.
Pewarta : Nedi Putra AW
Editor: Aan Imam Marzuki





















































