Bertahan di Masa Pandemi, Ini Kiat Pengelola Kuliner "Ngikan" - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

KULWIS · 7 Jan 2021 20:00 WIB ·

Bertahan di Masa Pandemi, Ini Kiat Pengelola Kuliner “Ngikan”


 Bertahan di Masa Pandemi, Ini Kiat Pengelola Kuliner “Ngikan” Perbesar

BACAMALANG.COM – Masa pandemi yang cukup panjang membuat kendala hampir di semua sektor. Salah satunya bisnis kuliner di Kota Malang. Seperti yang dirasakan Moammar Khadafi, pengelola gerai kuliner “Ngikan” yang berlokasi di Jalan Bandung.

Ia mengaku bisnis yang ditekuni selama tiga tahun terakhir ini menjadi stagnan. “Omzet turun 70 persen, paling tidak bisa bertahan saja sudah bagus,” ujarnya saat ditemui di gerainya, Kamis (7/1/2021).

Khadafi mengungkapkan, bahwa masalah utama bisnis kuliner di Malang sebenarnya terletak di faktor konsumen. “Rata-rata segmentasi kami adalag mahasiswa, sementara di masa pandemi mahasiswa di Malang banyak yang pulang ke kampungnya masing-masing,” tukasnya.

Khadafi pun tetap berusaha agar bisnisnya bisa tetap berjalan. Ia pun mengupayakan beberapa kiat, mulai mengurangi pos biaya operasional hingga menggelar banyak promo di online.

“Namun yang paling menyedihkan bagi saya adalah terpaksa mengurangi 15 orang pegawai,” ungkap pria yang sehari-hari bekerja di Rektorat Universitas Brawijaya ini.

Bagi Khadafi, saat ini yang penting usaha yang ditekuni ini tidak merugi. Usaha kuliner ikan Tilapia goreng miliknya masih bisa memberi omzet yang lumayan di masa pandemi, dengan harga yang ditawarkan senilai 20 ribuan per paketnya.

Oleh karena itu sarjana S2 Manajemen ini berpesan kepada siapa saja agar tetap semangat dalam menekuni bisnisnya. “Jangan ragu untuk belajar agar bisa bertahan di segala kondisi,” tuturnya.

Seperti alasan mengapa ia memilih waralaba ikan yang sejenis dengan nila ini. “Prospek di Malang bagus, banyak brand bermunculan di segmen ayam dan bebek, sehingga ikan ini menjadi pilihan yang unik bagi konsumen,” paparnya.

Khadafi juga mengingatkan kepada mahasiswa maupun para sarjana agar tidak ragu untuk memulai suatu usaha dengan menjadi seorang entrepreneur. “Selain akan menciptakan pribadi tangguh, juga membuka lapangan kerja bagi lainnya,” tandasnya. (ned)

Artikel ini telah dibaca 40 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Libur Sekolah Makin Seru, Mikutopia Hadirkan Journey of Wonderland dengan Parade Budaya Spektakuler

23 Juni 2026 - 17:29 WIB

Grand Whiz Hotel Trawas Hadirkan “Haven June Staycation”, Kombinasi Pegunungan Asri, Fasilitas Ramah Keluarga, dan Aktivitas Anak yang Menarik

18 Juni 2026 - 20:20 WIB

Taste of Asia, Promo All You Can Eat Persembahan Atria Hotel Malang di Akhir Pekan

11 Juni 2026 - 15:57 WIB

Lan Hua Chinese Restaurant Malang Sajikan Dragon Boat Family Set, Hadirkan Momen Bersantap Intim Bertiga

9 Juni 2026 - 13:56 WIB

Disparbud Gandeng Penggerak Konservasi Perkuat Ekowisata dan Eduwisata Pesisir Malang Selatan

7 Juni 2026 - 09:26 WIB

Ngopi di Bangunan Kolonial Belanda, 7 Cafe Batu Tawarkan Sensasi Berbeda dengan Harga Ramah Kantong

31 Mei 2026 - 19:45 WIB

Trending di KULWIS

©Hak Cipta Dilindungi !