BACAMALANG.COM – Musim kemarau tahun 2025 di Provinsi Jawa Timur diperkirakan akan lebih panjang dan panas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan laporan BMKG Juanda, musim kemarau diprediksi dimulai paling awal pada Bulan Maret dan paling lambat pada Bulan Juni, dengan puncaknya terjadi pada bulan Agustus. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Ichwanul Muslimin, meminta masyarakat bersiap menghadapi berbagai dampak potensial yang dapat timbul.
Musim kemarau yang ekstrem dapat menyebabkan kekeringan, sehingga pasokan air untuk pertanian dan perkebunan berkurang secara signifikan. Kekeringan juga berpotensi mengganggu produksi pangan masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian. Masyarakat yang menggunakan sumur tradisional dan mata air sebagai sumber utama air bersih menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kekeringan meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di wilayah yang memiliki vegetasi kering.
Ichwanul Muslimin mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dan bijak dalam menggunakan air selama musim kemarau. “Kami mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan dan segera melaporkan jika melihat indikasi kebakaran di sekitar mereka,” ujar Ichwanul.
BPBD Kabupaten Malang telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi untuk membantu masyarakat menghadapi musim kemarau, termasuk penghematan air dan optimalisasi sumber air alternatif seperti embung dan waduk kecil. Selain itu, BPBD juga berencana mengadakan program edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan selama musim kemarau.
Ichwanul Muslimin menyampaikan harapan agar masyarakat dapat bersinergi dengan pemerintah dalam menjaga lingkungan dan meminimalkan risiko bencana selama musim kemarau. “Dengan koordinasi yang baik, kita bisa melewati musim kemarau dengan langkah-langkah tepat dan memanfaatkan potensi yang ada,” tambahnya.
Menurut data BMKG Klimatologi Jawa Timur, musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih ekstrem. Hal ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk tetap waspada dan mempersiapkan diri menghadapi segala kemungkinan.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor/Publisher: Rahmat Mashudi Prayoga




















































