Emejing, Berwisata di Desa Tumori, Begini Kesan Founder Hidora - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

KULWIS · 24 Mei 2021 19:49 WIB ·

Emejing, Berwisata di Desa Tumori, Begini Kesan Founder Hidora


 Emejing, Berwisata di Desa Tumori, Begini Kesan Founder Hidora Perbesar

BACAMALANG.COM – Jika Bali punya Desa Penglipuran maka Sumatera Utara punya Desa Tumöri. Yahh begitulah kesan dan komen Founder Yayasan Hiduplah Indonesia Raya (Hidora) Bachtiar Djanan, mengomentari eksotika dan kekhasan destinasi wisata Desa Tumöri Nias Sumatera Utara.

“Emejing berwisata di Desa Tumöri mengagumkan,” tegas Bachtiar Djanan yang juga pegiat seni budaya Nusantara ini.

Desa ini terletak di Kecamatan Gunungsitoli Barat, Kota Gunungsitoli, Nias, dengan jarak tempuh 23 km dari Airport Binaka dan terletak di tengah Kota Gunungsitoli merupakan salah satu Desa Wisata di Kecamatan Gunungsitoli Barat, Nias.

“Desa Tumöri mempunyai rumah adat terbanyak yang terletak di satu kawasan di Kota Gunungsitoli.
Memasuki desa ini, kita langsung merasakan suasana yang berbeda, sarat dengan budaya Nias,” terangnya.

“Ramahnya penduduk desa, bersihnya lingkungan desa membuat kita merasa nyaman berada didalamnya. Masih terdapat Batu Megalitikum di depan rumah adat yang sarat menceritakan peristiwa yang terjadi di zamannya,” urainya.

LESTARI DAN KHAS

Sementara itu, Ketua adat Desa Tumöri, Ama Sherly, menceritakan seluruh sejarah desa sampai saat ini masih dilestarikan dan terdokumentasikan sehingga bisa diketahui oleh generasi muda sekarang.

“Desa wisata diharapkan dapat menjadi media untuk pengenalan serta pengetahuan budaya desa, dan meningkatkan ekonomi kerakyatan di masyarakatnya dengan mengedepankan produk-produk UKM desa,” tutur Ama.

Desa wisata ini terbentuk tidak terlepas dari dukungan seluruh masyarakat desa, Pemdes Tumöri, Camat Gunungsitoli Barat, (Arianto Zega), Dinas Pariwisata & Kebudayaan Kota Gunungsitoli, Anggota Komisi E DPRD Provinsi Sumatera Utara (Penyabar Nakhe ) dan HIDORA dalam pendampingan serta pemberdayaan masyarakatnya.

Budaya yang dilestarikan akan membentuk generasi muda yang santun, beretika, bangga dengan identitas budayanya dan tidak mudah tergerus dengan budaya luar negeri. “Lestarikan budaya bangsa, selamatkan generasi muda,” pungkasnya. (*/had)

Artikel ini telah dibaca 79 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Jatim Park 1 Hadirkan Mega Science Center dan Budaya, Satukan 1.640 Alat Peraga dan Artefak

4 November 2026 - 20:56 WIB

Perkuat Daya Tarik Wisata Kuliner, Atria Hotel Malang Siapkan Atria Bakery untuk Desember 2026

29 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Kopi Cuma Rp9.500! Rojo Roso Cafe Punya Pecel Rawon dan View Sunset yang Bikin Betah ‎

24 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Jelajahi Malang di Akhir Pekan, dari Festival Kreatif hingga Wisata Penuh Cerita

17 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Mikutopia Gratiskan Tiket Masuk Selama Tiga Hari

12 Oktober 2026 - 13:59 WIB

Sejenak Berhenti dari Kesibukan, HARRIS Malang Hadirkan Wellness Studio

6 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Trending di KULWIS

©Hak Cipta Dilindungi !