BACAMALANG.COM – Indonesia Agro Expo atau InAgro Expo 2022 yang digelar oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur sejak hari Kamis (11/8/2022), resmi ditutup oleh Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto pada Minggu (14/8/2022).
Pameran agro terbesar di Indonesia Timur ini merupakan pameran berskala internasional yang menfasilitasi seluruh pelaku industri pertanian, perkebunan dan perikanan mulai hulu hingga hilir.
Universitas Brawijaya ikut ambil bagian dalam pameran ini. Seperti Fakultas Peternakan (Fapet) salah satunya, yang mengirimkan 4 kelompok mahasiswa. Wakil Dekan 3 Fapet UB Dr Ir Agus Susilo SPt MP IPM ASEAN Eng mengatakan, pihaknya menampilkan produk unggulan ayam geprek dengan inovasi sambal khas nusantara dengan nama kelompok Ayam Skripsi.
Kelompok ini terdiri dari Sularso, M. Budiharto Puguh Hanung Wijaya dan Putri Zahwa Salsabila.
“Kami menawarkan produk dalam bentuk produk makanan kekinian dengan citarasa gurih dan renyah, serta memiliki tekstur yang empuk dengan berbagai macam varian sambal,” ujar Agus yang juga Ketua Program Kewirausahaan Mahasiswa UB tahun 2022, belum lama ini.
Agus menambahkan, dalam menentukan harga dilakukan analisis terlebih dahulu Harga Pokok Produksi (HPP) dari produk yang dihasilkan, kemudian melihat kemampuan ekonomi konsumen yang akan dituju serta melihat harga produk lain, karena harga produk serupa dapat berbeda satu dengan yang lainnya.
“Namun produk ayam skripsi selalu mengedepankan kepuasan konsumen dalam menetapkan harga dan satu lagi, pemasaran produk ini dapat dilakukan secara online, atau langsung menawarkan kepada pelanggan,” bebernya.
Kelompok lainnya dari Fapet adalah GoodFarm Indonesia yang terdiri dari Zuhdan Alaik dan Eko Prihatmaji dengan produk Aplikasi penjemputan sampah, maggot kering, pupuk kasgot. Kelompok selanjutnya adalah AMALMU dengan produk Ayam sambal kemangi puff dengan inovasi tambahan ekstra bayam hijau. Kelompok ini digawangi Muhammad Daniel Fatihurrahman, Fadilla Kartika Hapsari, Lutfidia Rahmania, dan Masma Kusuma Ayu.
Sementara kelompok keempat IBR Detection C-Plug, dengan anggota Mohammad Hidayatulloh dan Putri Choli Ardina menawarkan produk Inovasi alat pendeteksi zoonosis Infectious Bovine Rhinotracheitis (IBR) pada sapi.
“Intinya, pengiriman mahasiswa dalam pameran inagro kali ini bertujuan untuk memperkenalkan produk-produk kreasi dan inovasi hasil karyanya yang mempunyai potensi pasar besar,” tandasnya
Selain Fapet, Inagro juga menampilkan karya mahasiswa dari Fakultas Teknologi Pertanian berupa Baby Crab, makanan ringan dari kepiting yang prosesnya dengan vacuum frying dan Produk Poty berupa minuman ringan untuk kesehatan. Ada pula 2 kelompok dari Fakultas Kedokteran Gigi, serta Axotic Farm dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya yang menampilkan Axolotl (baca: aksolotil), salah satu jenis salamander yang berasal dari Meksiko. Axolotl yang biasanya dibeli masyarakat sebagai hewan peliharaan memiliki nama ilmiah Ambystoma mexicanum dan umumnya berwarna merah muda. Axolotl dikenal juga sebagai ‘The Smiling Salamander’ sebab mulut hewan ini sering sekali terlihat seperti sedang tersenyum. Meskipun axolotl adalah salamander yang tergolong dalam kelas amfibi, namun axolotl lebih senang menghabiskan hidupnya berenang di dalam air.
“Stan UB juga mendapatkan Penghargaan Produk Display Terbaik dalam ajang pameran InAgro ini,” tutup Agus. (ned)






















































