Fenomena Pemutihan Karang Berdampak Buruk, SALAM Serukan Tanam Pohon dan Jaga Ekosistem  - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 19 Jun 2024 20:03 WIB ·

Fenomena Pemutihan Karang Berdampak Buruk, SALAM Serukan Tanam Pohon dan Jaga Ekosistem 


 Kegiatan monitoring pemutihan karang. (Dok SALAM). Perbesar

Kegiatan monitoring pemutihan karang. (Dok SALAM).

BACAMALANG.COM – Hingga saat ini, telah terjadi perubahan iklim yang menimbulkan fenomena pemutihan karang (coral bleaching) yang menjadi perhatian serius dunia termasuk Indonesia.

Hal ini terutama karena dampaknya yang merugikan ekosistem laut dan ketahanan pangan masa depan.

Founder Sahabat Alam Indonesia (SALAM), Andik Syaifudin mengungkapkan keprihatinannya terhadap fenomena pemutihan karang.

Ia menuturkan, pemutihan karang terjadi akibat perubahan iklim, khususnya peningkatan suhu air laut.

Andik mengungkapkan beberapa poin penting yang perlu diperhatikan. Pemutihan karang terjadi ketika terumbu karang kehilangan warna akibat stres lingkungan, terutama karena peningkatan suhu air laut yang terlalu tinggi. Terumbu karang biasanya dapat hidup pada suhu 20-29°C.

Namun, gelombang panas seperti El Niño menyebabkan permukaan air laut meningkat 1 hingga 2°C, mengancam kelangsungan hidup ekosistem terumbu karang.

“Kejadian pemutihan karang, telah terjadi pada tahun 2016, 2018, 2023, dan 2024,” tukasnya kepada BacaMalang.com, Rabu (19/6/2024).

Wilayah yang terdampak di pesisir Indonesia, salah satu daerah meliputi selatan Jawa dan utara Jawa, terutama di Jawa Timur, seperti Malang Selatan, Trenggalek, Tulungagung, Banyuwangi, Situbondo, dan Probolinggo.

Dijelaskannya, peran penanaman pohon dalam mengurangi dampak perubahan iklim. Perubahan iklim tidak hanya terjadi di laut, tetapi juga di daratan. Aktivitas degradasi lahan berkontribusi pada perubahan iklim.

Salah satu cara mengurangi dampak perubahan iklim adalah dengan menanam pohon sehingga mereduksi suhu permukaan daratan yg juga berpengaruh pada cuaca, angin, suhu, dan gelombang air laut

Selain itu, lanjut Andik, konversi dari energi fosil ke energi terbarukan juga penting dilakukan.

“Perubahan iklim tak lepas dari aktivitas degradasi lahan di daratan, salah satu mengurangi dampak perubahan iklim adalah menanam pohon, mengurangi dampak efek rumah kaca dengan konversi energi fosil menuju energi baru terbarukan. Kami menyerukan penanaman pohon secara masif dan menjaga ekosistem terumbu karang,” tutupnya.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor/Publisher: Aan Imam Marzuki

Artikel ini telah dibaca 88 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Lomba PKS Jadi Ajang Pembentukan Karakter dan Disiplin Siswa SMP di Kabupaten Malang

9 Mei 2026 - 18:24 WIB

Lapas Malang Tegaskan Komitmen Zero HALINAR, Libatkan TNI-Polri dan BNNK

9 Mei 2026 - 14:23 WIB

Motor Mahasiswi Magang RRI Malang Raib di Lowokwaru, Aksi Pelaku Terekam CCTV

9 Mei 2026 - 13:33 WIB

Semakin Mudah Liburan ke Batu, Jatim Park x Muklay Hadir di Trans Jatim

9 Mei 2026 - 09:49 WIB

Aksi Maling Gasak Tas Warga di Candi Panggung Terekam CCTV, Diduga Pelaku Sama dengan Kasus Curanmor Sebelumnya

9 Mei 2026 - 08:50 WIB

Satresnarkoba Polresta Malang Kota Bongkar 32 Kasus: Sita 8,9 Kg Ganja, 1,6 Kg Sabu dan 1.500 Botol Miras Ilegal

8 Mei 2026 - 18:33 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !