Gegara Anjing Mati, Seorang ART Diduga Jadi Korban Penganiayaan Majikannya - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 1 Okt 2024 19:17 WIB ·

Gegara Anjing Mati, Seorang ART Diduga Jadi Korban Penganiayaan Majikannya


 Keluarga korban HNF saat melaporkan penganiayaan ke Mapolresta Makota. (Rohim Alfarizi) Perbesar

Keluarga korban HNF saat melaporkan penganiayaan ke Mapolresta Makota. (Rohim Alfarizi)

BACAMALANG.COM – Hanya gegara anjng majikan mati, seorang wanita muda inisial HNF (21) asal Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh HMN (45). Terduga pelaku yang juga wanita ini kesal karena korban secara tidak sengaja menyebabkan anjingnya mati.

Supandi (43), paman korban mengaku, melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Mapolresta Malang Kota, pada Selasa (1/10/2024).

Dijelaskannya, peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Senin (30/9/2024) sekitar pukul 23.00 WIB di tempat tinggal terduga pelaku di Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

“Keponakan saya ini dipukul dengan tangan kosong ke arah kepala, dijambak rambutnya, dan dua hari berturut-turut tidak diberi makan,” ujar Supandi, Selasa (1/9/2024).

Korban ikut dengan terduga pelaku sudah
sekitar satu tahun ini, sebelumnya korban diminta menjaga anjing terduga pelaku. Namun, tidak sengaja anjing terduga pelaku
mati karena memakan obat-obatan untuk tumbuhan, Sabtu (28/9/2024) lalu.

“Kemudian, keponakan saya yang disalahkan dan dianiaya. Karena keponakan saya enggak kuat, akhirnya menghubungi temannya dan ditolong sama temannya untuk keluar dari tempat orangnya (rumah) terduga pelaku,” jelasnya.

Saat ini, korban menjalani perawatan intensif dirawat di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) dan mengalami trauma berat atas peristiwa yang dialaminya.

“Kondisinya seperti depresi berat, menangis terus, sekarang opname di RSSA. Jadi keponakan saya ini ikut pelaku ini sudah sekitar satu tahun, bantu-bantulah. Katanya mau dicarikan pekerjaan jadi pembantu, tapi belum dapat, sementara sebelum mendapat pekerjaan korban masih ikut pelaku,” ungkapnya.

Pewarta : Rohim Alfarizi

Editor: Aan Imam Marzuki

Artikel ini telah dibaca 90 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Penemuan Mayat Mr X Gegerkan Warga Perumahan Sumber Wuni Indah Lawang

29 Juni 2026 - 11:30 WIB

Gebyar Muharam IPNU-IPPNU Gondanglegi Kulon, Santuni Anak Yatim hingga Bermain Bersama di Sobbo Tirto

29 Juni 2026 - 05:54 WIB

Seminar Hidup Ginjal Muda: Akses Vaskular, Gizi, hingga Kisah Inspiratif Pasien Hemodialisis 24 Tahun

28 Juni 2026 - 22:04 WIB

Seminar Edukasi Komunitas Hidup Ginjal Muda: Tingkatkan Pengetahuan tentang AV-Shunt, Gizi, dan Manajemen Cairan bagi Pasien Gagal Ginjal Kronis

28 Juni 2026 - 19:52 WIB

DPC PPP Kota Malang Gaspol Siap Jalankan Tugas Elektoral Usai Terima SK dari DPW Jatim

28 Juni 2026 - 11:14 WIB

Rem Mendadak di Lawang Berujung Tabrakan Beruntun, Empat Orang Dilarikan ke RSUD

28 Juni 2026 - 07:45 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !