UB Latih UMKM dan Petani Pujon Olah Limbah Cair Apel Jadi Minuman Fermentasi dan Biopestisida - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 14 Agu 2026 06:49 WIB ·

UB Latih UMKM dan Petani Pujon Olah Limbah Cair Apel Jadi Minuman Fermentasi dan Biopestisida


 Para peserta saat sesi praktik dalam “Pelatihan Pemanfaatan Limbah Pertanian (Limbah Cair Apel) sebagai Produk Minuman Fermentasi dan Biopestisida” di Kantor Kecamatan Pujon, belum lama ini. (ist) Perbesar

Para peserta saat sesi praktik dalam “Pelatihan Pemanfaatan Limbah Pertanian (Limbah Cair Apel) sebagai Produk Minuman Fermentasi dan Biopestisida” di Kantor Kecamatan Pujon, belum lama ini. (ist)

BACAMALANG.COM – Universitas Brawijaya (UB) mendorong pemanfaatan limbah hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang beberapa waktu lalu. Sebanyak 34 pelaku UMKM dan anggota gabungan kelompok tani (Gapoktan) dilatih mengolah limbah cair apel menjadi minuman fermentasi, cuka apel, dan biopestisida ramah lingkungan.

Kegiatan bertajuk “Pelatihan Pemanfaatan Limbah Pertanian (Limbah Cair Apel) sebagai Produk Minuman Fermentasi dan Biopestisida” tersebut digelar di Kantor Kecamatan Pujon, 25 Juli 2026. Program merupakan kerja sama tim PkM UB dengan UMKM Della Muda dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Pujon.

Program dengan ketua Tri Ardyati, M.Agr., Ph.D., dosen Departemen Biologi Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM) UB ini menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi mendorong inovasi pengelolaan limbah pertanian sekaligus meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal.

UMKM Della Muda sendiri selama ini dikenal mengolah berbagai produk pangan berbasis hasil pertanian Pujon, salah satunya carang apel. Dari proses produksi tersebut dihasilkan limbah cair berupa sari apel yang masih mengandung gula, asam organik, dan berbagai nutrien.

Tri Ardyati mengungkapkan, selama ini limbah tersebut hanya ditampung dalam tong sehingga berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik.

“Sesuai dengan tujuan program PkM ini yang menunjukkan bagaimana limbah pertanian dapat diubah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan, maka limbah cair apel yang sebelumnya berpotensi menjadi sumber pencemaran kini diperkenalkan sebagai bahan baku produk fermentasi dan biopestisida,” ujarnya.

Ia menilai, pendekatan tersebut sekaligus mempertemukan kebutuhan UMKM dan petani dalam satu ekosistem pemanfaatan sumber daya lokal.

Kepada Ketua Departemen Biologi FSTeM UB, perwakilan Kecamatan Pujon, Damayanti menyampaikan apresiasi terhadap dukungan UB, khususnya FSTeM, dalam mendorong pengembangan kapasitas masyarakat dan petani di Kecamatan Pujon.

Dalam pelatihan yang dibagi menjadi dua sesi sesuai dengan kelompok peserta ini, sesi pertama diikuti ibu-ibu anggota UMKM dengan materi pemanfaatan limbah cair apel sebagai bahan baku minuman fermentasi dan cuka apel.

Yoga Dwi Jatmiko, S.Si., M.App.Sc., Ph.D., menjelaskan proses pembuatan minuman fermentasi menggunakan sari limbah apel varietas Manalagi dan Rome Beauty. Dalam praktiknya, sari apel ditambahkan starter kefir kemudian difermentasi selama dua hingga tujuh hari.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) UB dan peserta saat praktik dalam “Pelatihan Pemanfaatan Limbah Pertanian (Limbah Cair Apel) sebagai Produk Minuman Fermentasi dan Biopestisida” di Kantor Kecamatan Pujon, belum lama ini. (ist)

Materi berikutnya disampaikan Tri Ardyati mengenai pembuatan cuka apel. Proses tersebut dilakukan melalui fermentasi alkohol yang kemudian dilanjutkan dengan fermentasi asam asetat menggunakan isolat bakteri asam asetat koleksi Laboratorium Mikrobiologi Departemen Biologi FSTeM UB.

Antusiasme peserta tampak saat sesi diskusi. Mereka menanyakan berbagai kemungkinan pemanfaatan bahan pertanian lain sebagai bahan dasar cuka, termasuk kulit pisang dan buah-buahan lain. Peserta juga berdiskusi mengenai cara memperpanjang masa simpan produk minuman berbahan lidah buaya (Aloe vera) yang sebelumnya telah mereka produksi.

Berdasarkan hasil kuesioner yang dibagikan setelah kegiatan, peserta menilai pelatihan tersebut memberikan pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat dikembangkan dalam kegiatan usaha mereka.

Sementara itu, sesi kedua ditujukan bagi kelompok tani dengan materi pembuatan biopestisida, dengan pemateri Prof. Amin Setyo Leksono, Ph.D., Prof. Dr. Suharjono, M.Si., dan Irfan Mustafa, S.Si., M.Si., Ph.D. Ketiganya memiliki keahlian di bidang pengendalian hayati, pupuk organik cair, dan mikrobiologi lingkungan.

Pemanfaatan limbah tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif bagi petani untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk berbasis bahan kimia yang semakin mahal.

Dalam praktiknya, peserta diperkenalkan pada pembuatan biopestisida menggunakan bahan-bahan lokal yang mudah diperoleh. Salah satu bahan yang dimanfaatkan adalah limbah cair apel yang selama beberapa tahun terakhir telah dikumpulkan oleh penggiat UMKM. Bahkan para peserta mengaku mendapatkan manfaat karena sebelumnya belum pernah memperoleh materi maupun praktik pembuatan biopestisida secara langsung.

Lebih dari sekadar keterampilan baru, pelatihan tersebut juga memunculkan harapan untuk mengembalikan kejayaan apel Pujon yang pernah menjadi salah satu komoditas unggulan daerah. Melalui penerapan budidaya yang lebih berkelanjutan, petani berharap penggunaan biopestisida dapat membantu meningkatkan produktivitas dan kualitas apel, sekaligus menekan biaya produksi.

“Dengan biaya produksi yang lebih efisien dan kualitas hasil pertanian yang terjaga, daya saing apel lokal Pujon diharapkan kembali meningkat sehingga berdampak pada kesejahteraan petani,” ujar Tri Ardyati.

Kelancaran kegiatan turut didukung tim asisten yang terdiri atas laboran Laboratorium Mikrobiologi, satu mahasiswa magister, dan tiga mahasiswa sarjana Departemen Biologi FSTeM UB.

Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen UB dalam mendukung pencapaian sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs). Program berkontribusi terhadap SDG 8 melalui peningkatan produktivitas dan peluang ekonomi UMKM, SDG 9 melalui penerapan teknologi bioproses tepat guna, serta SDG 12 melalui pemanfaatan limbah agroindustri menjadi produk bernilai tambah.

Selain itu, kegiatan mendukung SDG 13 melalui pengurangan potensi pencemaran akibat limbah cair apel serta SDG 17 melalui penguatan kemitraan antara perguruan tinggi, UMKM, kelompok tani, dan pemerintah melalui BPP Kecamatan Pujon.

Melalui kolaborasi tersebut, UB tidak hanya mentransfer pengetahuan kepada masyarakat, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi yang berangkat dari persoalan nyata di tingkat lokal. Limbah apel yang sebelumnya menjadi persoalan lingkungan kini diarahkan menjadi sumber nilai ekonomi baru bagi UMKM dan petani Pujon.

Pewarta/Editor: Nedi Putra AW

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Perkuat Edukasi dan Literasi Keuangan, OJK Malang Kembali Hadir di Tong Tong Night Market 2026

14 Agustus 2026 - 07:20 WIB

Dosen UMM Gelar Coffee & Culture Festival AMKOFEST, Angkat Potensi Produksi Kopi dan Budaya Amadanom

13 Agustus 2026 - 21:19 WIB

Hadapi Kekeringan dan Ancaman Karhutla, Kabupaten Malang Perkuat Kesiapsiagaan

13 Agustus 2026 - 20:20 WIB

Dampak Transformasi Danantara, Laba Pupuk Indonesia Tembus Rp8,51 Triliun di Semester I 2026

13 Agustus 2026 - 18:10 WIB

Polisi Tetapkan Status Tersangka, Sopir Pikap Tabrak Bocah hingga Tewas di Kromengan

13 Agustus 2026 - 16:26 WIB

Pestani Rawit Groo Festival: Strategi Petrokimia Gresik Dorong Produktivitas Petani Cabai Jawa Timur

13 Agustus 2026 - 15:36 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !