BACAMALANG.COM-Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi membuka perhelatan akbar Kemah Santri Muhammadiyah (KSM) Tingkat Nasional ke-2 di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Kabupaten Malang, Senin (21/9/2026). Acara ini melibatkan 1.500 peserta dari berbagai penjuru Nusantara, dengan agenda dirancang secara strategis untuk mencetak kader pemimpin bangsa yang berkarakter tangguh, disiplin, mandiri, dan kaya akan prestasi.
Dalam kegiatan yang berlangsung hingga 24 September 2026 ini terdapat 125 regu utusan Pesantren Muhammadiyah serta Muhammadiyah/‘Aisyiyah Boarding School (MBS/ABS) se-Indonesia. Bukan sekadar ajang berkumpul biasa, agenda ini merupakan sebuah wahana sinergi lintas-kader yang mewarisi spirit kepanduan Hizbul Wathan (HW).
Tujuannya terfokus pada upaya membangun jejaring kepesantrenan yang solid sekaligus memperkuat komitmen keislaman dan keindonesiaan di kalangan generasi muda persyarikatan.
Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Izul Muslimin, S.IP., menyatakan bahwa generasi muda saat ini harus menyadari posisi strategis mereka sebagai calon pemimpin di masa yang akan datang dengan membekali diri melalui empat fondasi utama, yakni iman, akhlak, ilmu, dan kekuatan fisik.

Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Izul Muslimin, S.IP saat memberi sambutan. (ist)
“Insyaallah dengan empat modal itu, adik-adik nanti akan menjadi orang hebat. Orang besar adalah orang yang akan membawa dirinya dan umatnya menuju kebangkitan dan kejayaan,” tegasnya di hadapan ribuan santri saat membuka acara.
Ia mengingatkan kembali rekam jejak historis persyarikatan yang telah melahirkan setidaknya 23 pahlawan nasional, sehingga para santri diharapkan memiliki rasa percaya diri dan determinasi tinggi untuk meneruskan perjuangan tokoh-tokoh besar tersebut tanpa pantang menyerah.
“Sebagai kader Muhammadiyah, kita harus siap menyongsong masa depan. Kalau para pendahulu kita berhasil memimpin bangsa ini dan menjadi pahlawan nasional, maka kita tidak boleh kalah dengan beliau-beliau itu,” imbuh Izul sapaan akrabnya.
Selain menjadi ajang silaturahim, KSM tingkat nasional kali ini diisi dengan pameran pendidikan pesantren, gelar ekonomi kreatif, perlombaan, hingga aneka kegiatan ketangkasan kepanduan HW. Metode kepanduan ini dinilai sangat efektif untuk mendidik santri menjadi pribadi muslim yang memiliki akidah kuat serta siap mempraktikkan nilai gotong-royong. Kualitas pesantren Muhammadiyah juga ditargetkan semakin meningkat, modern, dan progresif melalui pertukaran pengalaman antarpengelola pesantren selama perkemahan berlangsung.

Sebagian peserta Kemah Santri Muhammadiyah (KSM) Tingkat Nasional ke-2 di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Kabupaten Malang, Senin (21/9/2026). (ist)
Penyelenggaraan KSM Nasional ke-2 ini diharapkan terus menjadi kawah candradimuka bagi para penerus tongkat estafet dakwah. Melalui semangat ber-fastabiqul khairat, para santri tidak sekadar didorong untuk memenangkan kompetisi, melainkan bersiap menjadi patriot sejati penopang gerakan kesemestaan Muhammadiyah dalam menebar rahmat di kancah global.
Pewarta/Editor: Nedi Putra AW





















































